Pramoedya.id: Masalah kesejahteraan anak di Bandar Lampung kini dihadapkan pada tantangan ekonomi dan ketidakharmonisan keluarga yang berujung pada eksploitasi anak. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPA) menemukan banyak anak yang terpaksa mencari nafkah akibat dorongan orang tua, yang sering kali berakar dari kondisi rumah tangga yang tidak stabil.
Kepala DPPA Bandar Lampung, Maryamah, menegaskan bahwa anak-anak dari keluarga tidak harmonis memiliki kerentanan lebih tinggi untuk menjadi korban kekerasan fisik maupun verbal. Kondisi ini membuat DPPA memperluas jangkauan layanannya untuk memberikan perlindungan bagi anak-anak yang terenggut masa bermainnya demi membantu ekonomi keluarga secara paksa.
“Anak-anak yang kami dampingi antara lain mereka yang harus mencari nafkah karena disuruh orang tuanya, serta anak-anak dari keluarga yang tidak harmonis,” kata Maryamah di Bandar Lampung.
Maryamah menilai bahwa penguatan ketahanan keluarga adalah kunci utama dalam melindungi anak dari berbagai bentuk eksploitasi. “Kondisi keluarga yang tidak mendukung kerap membuat anak-anak rentan menjadi korban kekerasan, sehingga pendampingan yang kami berikan juga menyasar pada upaya rekonsiliasi atau perlindungan hak dasar mereka,” pungkasnya. (*)







