Pramoedya.id: Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Bandar Lampung pada Minggu malam, 22 Februari 2026, memicu serangkaian bencana di berbagai titik. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandar Lampung melaporkan adanya insiden pohon tumbang, genangan air yang menghambat mobilitas, hingga tanah longsor yang terjadi hampir bersamaan di sejumlah kecamatan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandar Lampung, Idham Basyar, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiagakan satuan tugas terpadu sejak laporan pertama masuk. Tim di lapangan fokus pada evakuasi material yang menutup akses jalan serta memastikan keselamatan warga yang tinggal di daerah rawan bencana.
“Berdasarkan laporan tim pada cuaca ekstrem kemarin, terdapat insiden pohon tumbang, genangan air (banjir), hingga tanah longsor di sejumlah kecamatan dan sedang ditangani oleh tim gabungan,” kata Idham Basyar di Bandar Lampung, Senin.
Hujan deras yang mengguyur sejak malam hari tersebut tercatat mengakibatkan dampak kerusakan yang cukup tersebar.
“Hujan deras semalam mengakibatkan pohon tumbang di lima lokasi berbeda, lalu ada beberapa titik daerah tergenang air sehingga menghambat aktivitas warga,” ujar Idham menambahkan. Hingga saat ini, BPBD terus berkoordinasi dengan tingkat kecamatan untuk memastikan seluruh dampak kerusakan telah terdata. (*)







