Pramoedya.id: APEKSI Outlook 2025 di Bandar Lampung tidak hanya berisi diskusi kebijakan yang kaku. Melalui semangat Begawi Jejama, para wali kota beserta istri membaur bersama warga dan pelaku UMKM di sepanjang Jalan dr. Susilo. Namun, di balik kemeriahan tersebut, terselip aksi solidaritas mendalam bagi wilayah Sumatra yang tengah berduka akibat musibah alam.
Pemerintah Kota Bandar Lampung memfasilitasi kunjungan ke pusat pemberdayaan ekonomi kreatif untuk menunjukkan bahwa UMKM adalah tulang punggung ekonomi kota yang harus tetap eksis di tahun 2026. Para istri kepala daerah pun turut serta dalam sarasehan khusus guna memperkuat peran pendamping dalam pembangunan daerah.
“Semoga saudara-saudara kita yang terdampak bencana diberikan kekuatan, kesabaran, dan kemudahan dalam menghadapi ujian ini,” tutur Eva Dwiana di hadapan para tamu negara.
Aksi solidaritas musibah Sumatra menjadi agenda emosional dalam rangkaian acara ini. Peserta APEKSI sepakat bahwa kemajuan kota tidak ada artinya tanpa rasa kemanusiaan dan kepedulian antarwilayah yang sedang diuji bencana.
“Melalui APEKSI Outlook 2025, mari kita songsong masa depan dengan semangat kebersamaan untuk mewujudkan kota-kota yang maju dan berdaya saing,” katanya, menegaskan visi besar persatuan wali kota. (*)







