pramoedya.id: Di balik kemegahan forum APEKSI Outlook 2025, Pemerintah Kota Bandar Lampung menyelipkan pesan solidaritas yang mendalam bagi daerah-daerah di Indonesia yang tengah dihantam cuaca ekstrem. Solidaritas ini dibalut dalam tradisi Begawi Jejama, sebuah filosofi Lampung yang menekankan pentingnya bekerja bersama dalam kondisi apa pun.
Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, mengingatkan bahwa kekompakan birokrasi harus sejalan dengan kepedulian sosial terhadap sesama. Ia secara khusus mengajak para delegasi untuk mendoakan keselamatan warga di wilayah yang saat ini sedang berjuang menghadapi bencana alam.
“Semoga saudara-saudara kita yang terdampak bencana diberikan kekuatan, kesabaran, dan kemudahan dalam menghadapi ujian ini,” tutur Eva Dwiana dengan penuh empati.
Tradisi Begawi Jejama yang menjadi pembuka rangkaian acara dinilai sangat relevan sebagai pengingat bahwa tidak ada kota yang bisa berdiri sendiri tanpa jejaring kerja sama. Eva Dwiana menegaskan bahwa APEKSI adalah wadah untuk memastikan tidak ada daerah yang tertinggal dalam pembangunan nasional.
“Alhamdulillah, kami berharap kolaborasi antardaerah semakin kuat dan saling mendukung demi kemajuan bersama,” tambahnya, menekankan kembali visi kerja sama lintas daerah. (*)







