Pramoedya.id: Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Lampung memilih cara tidak biasa untuk memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-28 mereka.
Alih-alih menggelar panggung pidato politik yang kaku di dalam gedung, partai ini bakal memboyong massanya untuk berkemah di pesisir Lampung Timur hingga menggelar forum khusus membedah isu lingkungan.
Diversifikasi isu ini sengaja diambil untuk memperluas jangkauan konstituen di luar basis kultural tradisional mereka.
Salah satu agenda yang mencolok adalah dialog publik bertema “Bahaya Mikroplastik bagi Kesehatan dan Lingkungan” yang dijadwalkan pada (18/7/2026) mendatang.
Ketua Fraksi PKB DPRD Lampung, Fatikhatul Khoiriyah, mengonfirmasi bahwa partai berlambang bumi ini memang sedang menggeser pendekatan mereka agar lebih taktis dan relevan dengan problem riil di masyarakat, termasuk isu ekologi.
“Berbagai kegiatan sosial, kesehatan, olahraga, lingkungan, hingga pemberdayaan UMKM kami hadirkan agar masyarakat bisa ikut merasakan manfaatnya secara langsung,” ujar Fatikhatul Khoiriyah melalui pers rilis yang diterima Pramoedya.id, Rabu (1/7/2026).
Setelah membedah isu lingkungan, PKB Lampung bakal menutup rangkaian perayaan maraton ini dengan menggelar Camping Kebangsaan dan Panggung Seni di Pantai Cemara, Kabupaten Lampung Timur pada 8–9 Agustus 2026. Kawasan pesisir dipilih untuk membangun atmosfer konsolidasi yang lebih cair dan terbuka bagi publik.
Meski mencoba masuk ke ranah isu modern dan populer, PKB dipastikan tidak melepas ceruk suara utamanya di pedesaan dan kaum sarungan. Pada (7/7/2026) mendatang pun, mereka tetap menggelar Temu Wilayah Pondok Pesantren sebagai ruang penguatan peran pesantren di Lampung.
Fatikhatul menegaskan, rangkaian acara yang berjalan maraton selama tiga bulan ini merupakan wujud strategi partai untuk menjaga mesin politiknya tetap hangat dan dekat dengan basis akar rumput.
“Kami ingin Harlah ke-28 PKB tidak hanya menjadi perayaan bagi kader, tetapi menjadi ruang kebersamaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutupnya. (*)







