Pramoedya.id: Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Photography Blitz UIN Raden Intan Lampung menyulap Gedung Serba Guna (GSG) KH. Ahmad Hanafiah menjadi ruang visual penuh makna. Melalui pameran bertajuk “Kapersa”, Anggota Muda XXI (Angkatan NERIX XXI) memamerkan hasil bidikan mereka selama tiga hari, 21–23 April 2026.
Nama “Kapersa” diambil dari bahasa Sansekerta, yakni akronim dari Kausala (keahlian/keterampilan) dan Persona (pribadi pameris). Ketua UKM Photography Blitz, Aren Veronika, menjelaskan bahwa pameran ini merupakan panggung pembuktian kemampuan teknis sekaligus karakter personal para anggota muda.
“Kapersa dimaknai sebagai keterampilan pameris dalam fotografi. Kami ingin menunjukkan bahwa estetika sebuah karya tidak hanya ditentukan oleh objeknya, tetapi sangat bergantung pada teknik yang digunakan fotografer,” ujar Aren saat pembukaan, Selasa, 21 April 2026.
Pameran ini menampilkan ragam aliran fotografi, mulai dari sport, komersial, human interest, makro, hingga street photography. Keberagaman genre ini sengaja dihadirkan untuk menonjolkan penguasaan teknik yang berbeda-beda dari tiap individu pameris.
Pembina UKM Photography Blitz, Dian Ferdiansyah, yang membuka acara bersama Ketua Tim Humas dan Kerja Sama UIN RIL, Novrizal Fahmi, mengaku bangga atas keberanian Angkatan XXI. Menurutnya, pameran ini bukan sekadar ajang unjuk gigi, melainkan ruang pembelajaran nyata untuk menaikkan nilai seorang fotografer.
“Tema Kapersa mencerminkan identitas dan karakter unik setiap individu. Ini adalah langkah awal dalam perjalanan berkesenian yang lebih luas,” kata Dian.
Selain pameran foto, rangkaian acara ini diperkaya dengan talkshow bertajuk “Skill is the New Branding” yang menghadirkan narasumber Ahmad Fatih. Untuk menambah kemeriahan, panitia juga menggelar lomba graduation photography serta kompetisi fotografi daring bertema “Cerminan Nusantara”.
Antusiasme mahasiswa terlihat dari padatnya pengunjung yang memadati lokasi sejak hari pertama. Bagi UKM Blitz, pameran ini menjadi bukti bahwa kreativitas mahasiswa UIN Lampung terus bertumbuh dalam menangkap perspektif dunia melalui lensa. (*)







