Pramoedya.id: Di balik kemeriahan lampion dan atraksi budaya, terdapat sisi sakral dalam persiapan Imlek 2577 di wilayah Telukbetung Selatan. Ritual penghormatan kepada leluhur menjadi bagian paling inti, di mana umat melakukan pembersihan tempat ibadah sebagai simbol penyucian diri dari kesalahan masa lalu serta menanamkan nilai penghormatan kepada generasi muda.
Romo Cien Wie menjelaskan bahwa ingatan terhadap perjuangan para pendahulu adalah sumber kekuatan batin untuk menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian. Tradisi ini dijalankan secara turun-temurun sebagai sarana edukasi moral bagi anak-anak agar tidak melupakan akar sejarah keluarga mereka.
“Ritual penghormatan kepada leluhur dianggap sebagai pengingat akan akar sejarah keluarga sekaligus sarana menanamkan nilai penghormatan kepada generasi muda,” kata Romo Cien Wie.
Di bawah langit Bandar Lampung, semangat kebersamaan ini diharapkan terus menyala seperti api dan melaju tegap seperti kuda.
“Ingatan terhadap perjuangan para pendahulu adalah sumber kekuatan untuk menghadapi masa depan, sehingga doa, harapan, dan kepedulian dapat berjalan berdampingan menuju masa depan yang lebih harmonis,” pungkasnya menutup rangkaian persiapan Imlek. (*)







