Pramoedya.id: Perayaan Imlek 2577 Kongzili dalam penanggalan Tionghoa ditandai sebagai tahun Kuda Api, sebuah simbol yang dipercaya membawa energi besar bagi perubahan positif. Di Vihara Amurwa Bhumi Graha, persiapan berlangsung khidmat dengan pembersihan altar dan pratima yang telah dilakukan sejak awal Februari sebagai bagian dari ritual penyucian diri.
Rohaniwan vihara, Virya Parama atau yang akrab disapa Romo Cien Wie, menjelaskan bahwa perpaduan unsur kuda dan api mencerminkan tekad yang kuat untuk melangkah maju. Menurutnya, tahun ini merupakan peluang besar bagi kebangkitan sektor usaha dan penguatan karier, namun harus tetap dibarengi dengan kepedulian terhadap sesama.
“Kuda melambangkan kebebasan dan keberanian untuk melangkah maju, sementara unsur api mencerminkan energi, semangat, dan tekad dalam menghadapi tantangan hidup,” kata Romo Cien Wie di Bandar Lampung.
Ia mengingatkan bahwa kemajuan individu tidak boleh melepaskan diri dari kesejahteraan sosial.
“Perpaduan keduanya diyakini membawa peluang besar bagi kebangkitan usaha, namun spirit tahun ini sebaiknya diarahkan untuk memperkuat persatuan bangsa agar kemajuan pribadi berjalan seiring dengan kesejahteraan masyarakat luas,” jelasnya mengenai makna filosofis Imlek tahun ini. (*)







