Pramoedya.id: Keahlian personel Damkarmat Bandar Lampung dalam teknik penyelamatan ketinggian dan kedalaman (vertical rescue) diuji saat mengevakuasi warga yang terjebak di dasar sumur di wilayah Tanjung Karang Barat. Dengan kedalaman mencapai 10 meter, tim penyelamat harus memperhitungkan ketersediaan oksigen dan ruang gerak yang sangat terbatas di dalam sumur.
Kepala Dinas Damkarmat Bandar Lampung, Anthoni Irawan, menyebutkan bahwa tujuh personel yang diterjunkan harus bekerja dengan tingkat ketelitian tinggi. Penggunaan tali-temali dan sistem katrol menjadi tumpuan utama agar tubuh korban dapat diangkat secara stabil dari dasar sumur yang gelap.
“Mengingat kondisi sumur yang cukup dalam, sempit, serta minim pencahayaan, proses evakuasi dilakukan dengan menggunakan peralatan khusus agar korban dapat diangkat dengan aman,” ujar Anthoni Irawan.
Penyelamatan yang dimulai sejak pukul 18.37 WIB ini berakhir sukses sebelum pukul delapan malam. Anthoni menekankan bahwa kecepatan respons warga dalam melapor menjadi kunci keberhasilan operasi ini.
“Layanan kami tidak hanya menangani kebakaran, tetapi juga penyelamatan dan evakuasi warga dalam kondisi darurat seperti ini,” jelasnya menekankan fungsi ganda instansi yang dipimpinnya. (*)







