Pramoedya.id: Upaya penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Bandar Lampung tidak hanya bertumpu pada pemberian vaksin, tetapi juga pada penguatan edukasi kepada para pemilik ternak. Dinas Pertanian secara rutin menerjunkan dokter hewan ke kantong-kantong peternakan untuk memberikan pendampingan teknis mengenai standar kesehatan hewan yang ideal.
Kepala Dinas Pertanian Bandar Lampung, Dedeh Ernawati Fauzie, menekankan bahwa faktor lingkungan dan sanitasi memegang peranan krusial dalam memutus mata rantai penyebaran virus PMK. Para peternak diminta untuk lebih disiplin dalam mengelola kebersihan kandang serta selektif dalam memberikan pakan selama masa rawan menjelang Ramadan.
“Peternak terus kami imbau untuk menjaga kebersihan kandang, lingkungan sekitar ternak, memberikan pakan yang sesuai, serta melakukan vaksinasi PMK pada ternak yang telah berusia minimal tiga bulan,” kata Dedeh Ernawati Fauzie.
Pendekatan persuasif ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran mandiri para peternak dalam menjaga aset mereka.
“Kami juga berharap ke depan ada tambahan vaksin pada tahap berikutnya agar seluruh hewan ternak di Kota Bandar Lampung dapat terlindungi secara maksimal,” tambahnya. Kehadiran dokter hewan di lapangan sekaligus berfungsi sebagai sistem peringatan dini jika ditemukan gejala penyakit yang mencurigakan. (*)







