Pramoedya.id: Kondisi anomali cuaca El Nino diakui menjadi faktor utama di balik terbatasnya suplai beras di pasar-pasar Bandar Lampung dalam beberapa waktu terakhir. Fenomena ini mengakibatkan mundurnya jadwal tanam petani di daerah penyangga, yang secara otomatis memengaruhi ritme distribusi beras ke wilayah perkotaan.
Iwan Gunawan, Sekretaris Daerah Bandar Lampung, menjelaskan bahwa keterlambatan masa tanam ini hanya merupakan kendala situasional yang akan segera teratasi. Pemerintah kota memperkirakan kondisi akan kembali normal dalam waktu dekat seiring dengan masuknya musim panen raya di tingkat produsen.
“Banyak faktor yang memengaruhi stok beras, seperti El Nino yang menyebabkan waktu tanam mengalami keterlambatan,” kata Iwan Gunawan menutup sesi sidak di pasar tradisional.
Meskipun demikian, ia memastikan bahwa keterbatasan stok ini tidak akan berlangsung lama dan masyarakat diminta untuk tetap sabar menunggu normalisasi harga.
“Iwan juga memastikan bahwa keterbatasan stok beras tidak akan berlangsung lama, pasalnya dalam waktu dekat petani padi akan panen raya,” imbuhnya. Pemerintah akan terus berkoordinasi dengan daerah penghasil padi untuk mempercepat alur masuk gabah dan beras ke wilayah kota. (*)







