Lampung, Lumbung Pangan yang Terlalu Besar untuk Tekor

- Editor

Selasa, 3 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pramoedya: Bicara Lampung tak cuma soal kopi. Provinsi ini sejak lama jadi pionir peternakan nasional, penyangga protein untuk banyak daerah. Tapi siapa sangka, Lampung kini dituding kehilangan kedaulatan pangan. Angka BPS menyebut Bumi Ruwa Jurai tekor daging hingga 7.969 ton. Narasi tentang lumbung ternak yang mulai keropos pun berembus liar, Lampung, yang dulu pongah sebagai penyangga protein nasional, kini dituding sedang menggali liang kubur kedaulatan pangannya sendiri.

“Daging kita tidak sedang krisis, kita justru surplus kalau datanya dibaca utuh,” ujar Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Lili Mawarti, meluruskan tudingan yang hanya berlandaskan data sektoral tersebut, Selasa (3/2/2026).

Bagi Lili, angka defisit itu hanyalah separuh kebenaran yang tertangkap kamera statistik. BPS memang mencatat produksi lokal di angka 18.523 ton, namun memotret Lampung tanpa menghitung stok awal dan arus masuk ternak dari luar daerah adalah sebuah kekeliruan metodologi. Jika variabel itu digabung, neraca daging Lampung justru berbalik arah menjadi surplus 3.955 ton.

“Jangan hanya melihat satu pintu. Faktanya, Lampung ini jantung penyangga nasional yang mengirim hampir 300 ribu ekor sapi ke luar daerah tiap tahun,” kata Lili sembari menunjuk data ISIKHNAS yang merekam kesibukan lalu lintas ternak melintasi gerbang Sumatera.

Sepanjang 2025 saja, Lampung telah memasok 298.642 ekor ternak ke berbagai wilayah, jauh melampaui angka pemasukan yang tercatat 162.911 ekor.

Klaim keberlimpahan itu ia sodorkan lewat label harga di pasar tradisional. Saat daerah lain gemetar dihantam inflasi, harga daging sapi di Lampung justru mencatatkan deflasi 0,01 persen pada masa-masa krusial seperti April dan Desember 2025.
“Pasar tidak bisa bohong. Kalau barang langka, harga pasti melonjak. Tapi di Lampung, harga tetap jinak bahkan saat Idul Fitri,” tuturnya merujuk pada kestabilan pasokan yang terjaga sepanjang tahun.

Namun, kritik bukan sekadar soal angka di piring makan, melainkan juga aroma kemewahan birokrasi yang dianggap “tuli” terhadap nasib peternak rakyat. Lili menangkis tudingan itu dengan gaya hidup hemat kantornya. Baginya, setiap rupiah anggaran adalah nyawa bagi peternak, bukan untuk pesta pora di hotel berbintang.
“Tidak ada rakor di hotel mewah atau studi banding yang tak perlu. Kami pangkas seremonial agar bantuan seperti kambing Rambon dan unggas bisa langsung mendarat di tangan peternak desa. Bisa dicek di sosial media kami,” tegas Lili.

Buktinya nyatanya, urai Lili, sepanjang 2025 ratusan kambing Rambon, ribuan ayam petelur, itik lokal, hingga 37.200 ekor Ayam Merah Putih telah disalurkan lengkap dengan pakan dan obat-obatan ke berbagai kelompok tani.
Di sektor kesehatan, petugas lapangan pun berjibaku hingga Lampung menyabet peringkat kedua nasional untuk vaksinasi PMK dengan realisasi mencapai 99,8 persen. Prestasi ini dibarengi dengan kenaikan populasi yang signifikan, di mana sapi potong kini mencapai 905.322 ekor dan kambing hampir menyentuh angka 2 juta ekor.
Kini, menatap 2026, pemerintah mulai menyiapkan perisai baru untuk melindungi peternak dari jeratan harga pakan. Mulai dari optimalisasi Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) untuk menstabilkan harga pakan di tingkat peternak rakyat, hingga peluncuran inovasi rumput Pakchong varietas Tansa yang baru saja mendapat legalitas nasional per 2 Januari 2026.

“Sektor hulu harus punya kedaulatan sendiri agar peternak tak lagi tercekik pasar,” tutup Lili. (*)

Berita Terkait

Gubernur Sambut Lampung Tuan Rumah HPN dan PORWANAS 2027
Sekretaris DPRD Lampung Dukung Penuh Turnamen Minisoccer IJP FC
Walikota Pertanyakan Sikap Pemprov Usai Izin SMA Siger Ditolak
Skandal Jam KBM dan Aset, Izin SMA Siger Gagal Terbit
Asroni Paslah: Verifikasi SMA Siger Jangan Sekadar Formalitas
BRI Dukung Program Pemerintah Melalui KUR
BRI BalamGandeng Agung Podomoro
Kisruh SMA Siger, JPSI Desak Walikota Selamatkan Siswa ke Sekolah Lain

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 15:27 WIB

Gubernur Sambut Lampung Tuan Rumah HPN dan PORWANAS 2027

Minggu, 8 Februari 2026 - 19:11 WIB

Sekretaris DPRD Lampung Dukung Penuh Turnamen Minisoccer IJP FC

Kamis, 5 Februari 2026 - 20:55 WIB

Walikota Pertanyakan Sikap Pemprov Usai Izin SMA Siger Ditolak

Selasa, 3 Februari 2026 - 16:44 WIB

Skandal Jam KBM dan Aset, Izin SMA Siger Gagal Terbit

Senin, 2 Februari 2026 - 20:07 WIB

Asroni Paslah: Verifikasi SMA Siger Jangan Sekadar Formalitas

Berita Terbaru

Lampung

Gubernur Sambut Lampung Tuan Rumah HPN dan PORWANAS 2027

Senin, 9 Feb 2026 - 15:27 WIB

Foto: Ilustrasi

Bandarlampung

Walikota Pertanyakan Sikap Pemprov Usai Izin SMA Siger Ditolak

Kamis, 5 Feb 2026 - 20:55 WIB

Foto: ilustrasi

Perspektif

Orang-Orang yang Selalu Sibuk, Tapi Tidak Pernah Selesai

Kamis, 5 Feb 2026 - 06:33 WIB

Kepala Disdikbud Provinsi Lampung, Thomas Amirico. Foto: BukanAgus

Bandarlampung

Skandal Jam KBM dan Aset, Izin SMA Siger Gagal Terbit

Selasa, 3 Feb 2026 - 16:44 WIB