Triga Lampung Endus 35 Ribu Hektare Lahan SGC “Gelap”

- Editor

Kamis, 22 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pramoedya.id: Keputusan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mencabut sertifikat Hak Guna Usaha (HGU) anak usaha PT Sugar Group Companies (SGC) seluas 85.244,925 hektare dianggap belum menyelesaikan akar masalah. Organisasi masyarakat sipil Triga Lampung justru mengendus adanya puluhan ribu hektare lahan “gelap” yang selama ini dikuasai perusahaan tanpa alas hak yang jelas.

Lahan yang dicabut HGU-nya tersebut diketahui berada di atas tanah milik Kementerian Pertahanan yang dikelola TNI Angkatan Udara. Meski mengapresiasi langkah pemerintah yang diumumkan di Kejaksaan Agung pada Rabu (21/1/2026) tersebut, Triga Lampung memberikan catatan merah soal luasan riil di lapangan.

“Pengukuran ulang menjadi kunci. Kami menduga luas lahan yang dikelola melebihi angka 85 ribu hektare,” ujar perwakilan Triga Lampung, Indra Musta’in, dalam konferensi pers di Media Center IJP Lampung, Kamis (22/1/2026).

 Berdasarkan perhitungan Triga Lampung dan temuan masyarakat, luas lahan yang dikuasai SGC diperkirakan mencapai 120 ribu hektare. Jika data ini akurat, terdapat selisih sekitar 35 ribu hektare lahan “siluman” yang selama ini dikelola perusahaan di luar HGU resmi yang telah dicabut.

Triga Lampung mendesak agar pengukuran ulang dilakukan secara transparan untuk memastikan kesesuaian luas lahan. Hal ini krusial sebelum pemerintah menerbitkan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) untuk Kementerian Pertahanan.

“Pertanyaan besarnya, jika ada kelebihan lahan di luar HGU, siapa yang selama ini menguasainya dan bagaimana negara hadir untuk menata ulang,” tegas mereka.

 Bagi Triga Lampung, penguasaan lahan yang melampaui izin resmi merupakan potret buruk tata kelola agraria di Lampung yang memicu konflik menahun dengan masyarakat. Mereka berharap pencabutan HGU ini menjadi momentum Presiden Prabowo Subianto untuk mengembalikan hak-hak rakyat yang selama ini terampas.

Jika dalam pengukuran ulang ditemukan kelebihan lahan, Triga Lampung meminta Pemerintah Daerah dan BPN Provinsi Lampung tidak menutup mata. Mereka mendesak agar kelebihan lahan tersebut segera diredistribusi secara adil kepada masyarakat melalui skema reforma agraria.

Triga Lampung berkomitmen mengawal proses ini hingga tuntas guna memastikan penguasaan lahan berskala besar tidak lagi menabrak konstitusi dan kepentingan publik.

“Jangan sampai yang diuntungkan hanya para elite. Hak warga ada disitu,” tutupnya. (*)

 

Berita Terkait

Eva Targetkan Jalan Mulus dan Bebas Banjir
Posko Ramah Pemudik UIN Lampung Layani Pemudik hingga 27 Maret
Bakauheni Diprediksi Macet Panjang; Jam Rawan, Estimasi Antrean, dan Waktu Aman Menyeberang
Rektor UIN Lampung Lantik Jajaran Pimpinan Periode 2026–2030
DLH Bandar Lampung Bungkam Soal Kejanggalan Pengadaan Bibit Tanaman 2025
Dosen UIN Luncurkan Buku Historia Magistra Vitae
Karama XV UIN Lampung Resmi Ditutup pada Malam Nuzulul Quran
Bupati Lamsel Tinjau Banjir Jati Agung

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 22:31 WIB

Eva Targetkan Jalan Mulus dan Bebas Banjir

Rabu, 25 Maret 2026 - 10:10 WIB

Posko Ramah Pemudik UIN Lampung Layani Pemudik hingga 27 Maret

Kamis, 19 Maret 2026 - 21:53 WIB

Bakauheni Diprediksi Macet Panjang; Jam Rawan, Estimasi Antrean, dan Waktu Aman Menyeberang

Jumat, 13 Maret 2026 - 21:40 WIB

Rektor UIN Lampung Lantik Jajaran Pimpinan Periode 2026–2030

Rabu, 11 Maret 2026 - 21:37 WIB

Dosen UIN Luncurkan Buku Historia Magistra Vitae

Berita Terbaru

Bandarlampung

Eva Targetkan Jalan Mulus dan Bebas Banjir

Sabtu, 28 Mar 2026 - 22:31 WIB

Pendidikan

Posko Ramah Pemudik UIN Lampung Layani Pemudik hingga 27 Maret

Rabu, 25 Mar 2026 - 10:10 WIB

Kolom

Tradisi Lebaran Empat Kampung Di Ranau Masih Terawat

Sabtu, 21 Mar 2026 - 10:09 WIB

Pendidikan

Rektor UIN Lampung Lantik Jajaran Pimpinan Periode 2026–2030

Jumat, 13 Mar 2026 - 21:40 WIB