Gandeng REI, UIN Raden Intan Perkuat Ekoteologi Lewat Penanaman Pohon

- Editor

Rabu, 24 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pramoedya.id: Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung mewujudkan konsep ekoteologi melalui aksi nyata penanaman pohon bersama Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Lampung, Rabu, 24 Desember 2025. Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari peringatan Dies Natalis ke-57 UIN Raden Intan dan Hari Amal Bhakti Kementerian Agama ke-80.

Mengusung tema “Hijaukan Hati, Suburkan Bumi,” aksi lingkungan yang berlangsung di kawasan Kampus Hijau ini menjadi simbol tanggung jawab moral dan spiritual sivitas akademika dalam menjaga kelestarian alam.

Dalam kesempatan tersebut, pihak REI menyerahkan bantuan 150 bibit pohon hasil persemaian mandiri. Bibit tersebut terdiri atas 50 pohon tabebuya merah muda, 50 tabebuya putih, dan 50 pohon tekomas yang siap mempercantik lanskap kampus.

Wakil Ketua Umum DPP REI Bidang Vegetasi dan Landscape, Djoko Handoko Halim Santoso, menegaskan bahwa keterlibatan asosiasi pengembang dalam kegiatan ini sejalan dengan agenda penghijauan nasional. Menurutnya, sektor real estat tidak hanya bertugas membangun hunian bagi manusia, tetapi juga wajib menyediakan ruang hidup bagi keseimbangan lingkungan.

“Itu komitmen kami, teman-teman REI di Lampung dan di Indonesia, untuk turut menghijaukan dan menjaga alam semesta. Karena setiap daun yang gugur dari pohon yang kita tanam kelak akan bertasbih,” ujarnya memberikan filosofi spiritual.

Rektor UIN Raden Intan Lampung mengapresiasi dukungan tersebut. Ia menyatakan bahwa kolaborasi ini akan terus berlanjut, tidak hanya untuk penataan Kampus Sukarame, tetapi juga untuk pengembangan kampus baru di kawasan Kota Baru agar konsep keberlanjutan tetap terjaga.

Sementara itu, tokoh masyarakat Lampung, Anshori Djausal, memberikan catatan kritis mengenai implementasi ekoteologi. Ia menekankan bahwa pembangunan kampus hijau tidak cukup hanya dengan menanam pohon semata.

Menurut Anshori, orientasi pembangunan harus diarahkan pada terciptanya keanekaragaman hayati (biodiversity). Dengan demikian, lingkungan kampus tidak hanya sekadar hijau, tetapi benar-benar menjadi ekosistem hidup yang harmonis bagi manusia dan makhluk lainnya.(*)

 

Berita Terkait

Mustafida Mundur, Dugaan “Pabrik Skripsi” An-Nur Masuki Babak Baru
Audiensi Formmasi, Kemenag Janji Usut Ulang Dugaan “Pabrik Skripsi” An-Nur
Bacalon Rektor Unila Budiyono Janji Tak Sembrono Naikkan UKT
27 Agustus, FORMMASI Kepung Kemenag: Desak Usut Kasus An-Nur dan Evaluasi Kepemimpinan Menteri Agama
Kanwil Kemenag se-Indonesia dan PTKIN Berkolaborasi Menuju PMB 2026
Anggota DPRD Bandar Lampung Bungkam Usai Dilapor KPK
UIN RIL Resmi Buka Prodi Hukum Pidana Islam
Wali Kota Eva Dwiana Bersama Kajati Lampung Tinjau Program MBG di Dua Sekolah

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 14:17 WIB

Mustafida Mundur, Dugaan “Pabrik Skripsi” An-Nur Masuki Babak Baru

Kamis, 3 September 2026 - 18:37 WIB

Audiensi Formmasi, Kemenag Janji Usut Ulang Dugaan “Pabrik Skripsi” An-Nur

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:56 WIB

Bacalon Rektor Unila Budiyono Janji Tak Sembrono Naikkan UKT

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:39 WIB

27 Agustus, FORMMASI Kepung Kemenag: Desak Usut Kasus An-Nur dan Evaluasi Kepemimpinan Menteri Agama

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:14 WIB

Kanwil Kemenag se-Indonesia dan PTKIN Berkolaborasi Menuju PMB 2026

Berita Terbaru

Bandarlampung

FORMMASI Laporkan Dugaan Korupsi PU Balam Senilai Miliaran ke KPK

Kamis, 24 Sep 2026 - 18:33 WIB

Lampung

Pemprov Lampung Raih Peringkat I TPID

Kamis, 24 Sep 2026 - 18:26 WIB

Foto: Ist

Bandarlampung

Dua Calon Ketua SMSI Bandar Lampung Siap Beradu Visi Misi

Kamis, 17 Sep 2026 - 18:03 WIB