Pramoedya.id: Isu lingkungan dan perubahan iklim menjadi sorotan utama Wali Kota Jambi, Maulana, dalam refleksi akhir tahun APEKSI di Bandar Lampung. Ia memprediksi risiko banjir dan abrasi di kota-kota pesisir akan semakin menggila pada tahun 2026 jika tidak ada langkah inovatif dari pemerintah daerah.
Maulana mendesak para wali kota untuk tidak lagi memandang persoalan sampah dan lingkungan sebagai beban, melainkan sebagai peluang untuk mendorong pembangunan berkelanjutan. Keterlibatan masyarakat secara aktif dianggap sebagai kunci utama dalam memperkuat ketahanan kota terhadap perubahan iklim.
“Tantangan ini harus kita ubah menjadi peluang untuk mendorong pembangunan berkelanjutan serta memperkuat ketahanan kota terhadap perubahan iklim,” ungkap Maulana, Kamis (20/12/2025).
Selain isu iklim, ia juga menyoroti fluktuasi harga yang memicu inflasi sebagai tantangan ekonomi domestik yang harus diantisipasi. Ia melihat penguatan UMKM melalui kerja sama antardaerah adalah benteng pertahanan paling masuk akal bagi ekonomi kota-kota di Indonesia. (*)







