Triga Lampung Tuntut Copot Menteri ATR/BPN dan Ukur Ulang HGU PT SGC

- Editor

Rabu, 27 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pramoedya.id: Ratusan aktivis dari Lampung yang tergabung dalam Triga Lampung kembali mengepung Kantor Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) serta Istana Negara di Jakarta, Rabu (27/8/2025). Mereka menuntut pencopotan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan mendesak pemerintah segera mengukur ulang seluruh Hak Guna Usaha (HGU) milik PT Sugar Group Companies (SGC).

Aksi demonstrasi ini merupakan kelanjutan dari protes sebelumnya, menyoroti ketidakjelasan penyelesaian konflik agraria antara masyarakat Lampung dan PT SGC. Tuntutan utama mereka lugas dan tegas: Menteri ATR/BPN harus dicopot karena dinilai berpihak pada korporasi, dan negara wajib segera menindaklanjuti putusan Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPR RI pada 15 Juli 2025 untuk mengukur ulang HGU PT SGC, PT ILP, PT SIL, dan PT GPM.

“Hingga hari ini, Kementerian ATR/BPN tidak melangkah dan tak menunjukkan keberpihakan pada rakyat,” ujar Ketua DPP Akar Lampung, Indra Musta’in, kepada Pramoedya.id, Rabu (27-8/2025).

Senada dengan itu, Ketua DPP Pematank, Suadi Romli, menyebut konflik agraria dengan PT SGC telah memanjang menjadi penderitaan bagi masyarakat.

“Mulai dari perampasan tanah, kriminalisasi petani, hingga intimidasi terhadap masyarakat yang mempertahankan haknya,” kata Romli.

Setelah mengecam di depan Kementerian ATR/BPN, massa melanjutkan long march ke Silang Tiga Monas, menuju Istana Negara. Mereka mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk turun tangan langsung, memerintahkan pengukuran ulang HGU PT SGC tanpa penundaan, dan mencopot Nusron Wahid dari jabatannya.

Koordinator aksi, Rian Bima Sakti, menyatakan, “Kami ke jantung negara bukan sekadar berteriak, ini tentang derai air mata akibat perampasan hak oleh oligarki. Ukur ulang sekarang agar tanah rakyat bisa kembali ditanami. Tegakkan keadilan, tegakkan kedaulatan.”

Di Patung Kuda, sebagian perwakilan massa diterima untuk berkoordinasi langsung di Istana Presiden. Mereka menyerahkan dokumen resmi pengaduan yang ditujukan kepada Presiden. Delegasi yang diwakili Suadi Romli, Zani, dan Sapriansyah menyerahkan dokumen tersebut kepada aparat keamanan kepresidenan.

“Alhamdulillah, kita telah diterima oleh perwakilan Presiden dan seluruh persoalan sudah kami sampaikan. Harapan kami, Presiden segera memerintahkan pengukuran ulang HGU PT SGC,” kata perwakilan massa setelah audiensi. (Rilis/*)

 

Berita Terkait

Pemprov Lampung Janji Teruskan Aspirasi PMII ke Presiden Prabowo
Bawa Keranda Mati, PMII Tagih Pemprov Lampung Gelar RDPU dalam 2×24 Jam
Sebut Tak Wakili Lampung, Pimpinan Marga Balak Soal Gelar Adat Jokowi
Pembangunan Lanjutan RS Hewan Lampung Bergulir Dua Pekan Lagi
Bangun Ketahanan Pangan, GP Ansor Pancasila Tanam 1.000 Bibit Pepaya
Tekan Biaya Produksi, 220 Petani Lamteng Dilatih Bikin Pupuk Mandiri
Jokowi ke Pringsewu, PSI Sebut Dongkrak Elektabilitas Partai
Kemenag Bandar Lampung Santuni Ratusan Anak Yatim

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 21:52 WIB

Pemprov Lampung Janji Teruskan Aspirasi PMII ke Presiden Prabowo

Senin, 29 Juni 2026 - 21:31 WIB

Bawa Keranda Mati, PMII Tagih Pemprov Lampung Gelar RDPU dalam 2×24 Jam

Senin, 29 Juni 2026 - 13:17 WIB

Sebut Tak Wakili Lampung, Pimpinan Marga Balak Soal Gelar Adat Jokowi

Senin, 29 Juni 2026 - 12:28 WIB

Pembangunan Lanjutan RS Hewan Lampung Bergulir Dua Pekan Lagi

Senin, 29 Juni 2026 - 12:07 WIB

Bangun Ketahanan Pangan, GP Ansor Pancasila Tanam 1.000 Bibit Pepaya

Berita Terbaru

Lampung Selatan

Bangun Ketahanan Pangan, GP Ansor Pancasila Tanam 1.000 Bibit Pepaya

Senin, 29 Jun 2026 - 12:07 WIB