Pramoedya.id: Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Raden Intan Lampung menyelenggarakan Sinkronisasi Pedoman Magang untuk memastikan pedoman teknis terbaru relevan dengan kebutuhan nyata dunia kerja, baik dalam maupun luar negeri. Kegiatan ini juga bertujuan mendukung penuh implementasi Kurikulum Outcome Based Education (OBE).
Sekretaris LPM UIN Raden Intan Lampung, Fathul Mu’in, mengatakan pedoman magang yang disinkronkan ini merupakan instrumen penting untuk menjaga kualitas pembelajaran berbasis pengalaman kerja.
“Magang bukan sekadar kewajiban kurikulum, tetapi strategi penting agar mahasiswa memiliki daya saing tinggi,” ujar Fathul. Ia menambahkan, pedoman baru ini memastikan mahasiswa mampu beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja sekaligus tetap menjaga mutu akademik, termasuk bagi yang mengikuti program magang luar negeri.
Acara yang dihadiri Dekan Fakultas Saintek dan seluruh Ketua Program Studi ini juga menghadirkan external expert, Kusmayadi. Ia menekankan pentingnya menjadikan magang sebagai jembatan nyata antara teori dan praktik, bukan sekadar formalitas akademik. Oleh karena itu, ia menilai perguruan tinggi dan Dunia Usaha dan Dunia Industri Kerja (Dudika) harus berjalan beriringan.
Juknis Magang 2025 memuat tiga jalur utama yang dapat ditempuh mahasiswa: Magang Kerja Sama, Magang Mandiri, dan Magang Luar Negeri (khusus melalui perjanjian government to government).
Pelaksanaannya menerapkan sistem pembimbingan ganda (dual supervision), melibatkan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dari kampus serta mentor profesional (RPFM) dari pihak mitra. Setelah selesai, mahasiswa wajib menyusun laporan dan melakukan presentasi yang dikonversi menjadi SKS.
Selain kompetensi teknis, Juknis Magang ini juga sangat menekankan pentingnya etika magang. Mahasiswa diwajibkan menjunjung tinggi norma, mematuhi aturan mitra, menjaga kerahasiaan data, serta berpakaian formal dan sopan, demi memperkuat citra positif UIN Raden Intan Lampung di mata industri.(Rilis)







