RMD Klaim Pendapatan Petani Naik Hingga Rp 5 Juta

- Editor

Kamis, 10 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infografis

Infografis

Harga gabah Rp6.500 per kilogram disebut dongkrak penghasilan petani hingga Rp5 juta per bulan. Namun angka kemiskinan masih di atas nasional.

Pramoedya.id: Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal (RMD), menyebut program pemerintah yang langsung menyentuh masyarakat, khususnya di sektor pertanian, menjadi kunci dalam menurunkan tingkat kemiskinan di provinsinya.  

“Saya optimistis kemiskinan di Lampung akan menurun. Kami fokus pada program yang dirasakan langsung oleh masyarakat, seperti pengaturan harga gabah dan jagung,” kata RMD saat menyampaikan keterangan pers, Kamis (10/4/2025).

Menurut dia, salah satu kebijakan yang mulai menunjukkan hasil adalah penetapan harga gabah di angka Rp6.500 per kilogram.

“Dengan harga itu, pendapatan petani sekarang bisa mencapai Rp4 juta hingga Rp5 juta per bulan,” ujar RMD.

Ia menambahkan, pendekatan intervensi pemerintah menjadi penting karena mekanisme pasar tak selalu berpihak pada rakyat kecil.

“Kalau kita hanya mengandalkan pasar, yang susah rakyat. Pemerintah harus hadir dan menggerakkan ekonomi agar lebih adil,” tegasnya.

RMD menyebut peningkatan kesejahteraan petani akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi desa, yang selama ini menjadi penyangga ketahanan pangan dan lapangan kerja. Ia pun berjanji akan terus memperkuat kebijakan ekonomi kerakyatan.

Namun, optimisme RMD harus dihadapkan pada data. Tingkat kemiskinan di Lampung masih berada di angka 10,62 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional.

Pertumbuhan ekonomi Lampung tercatat sebesar 4,57 persen, dengan tingkat pengangguran terbuka 4,19 persen. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung pun masih di angka 73,13, belum menyentuh ambang ideal 75.

Lampung sendiri memiliki populasi sekitar 9 juta jiwa, dengan 6,7 juta di antaranya tergolong usia produktif. Namun disparitas pembangunan dan ketimpangan pendapatan masih menjadi tantangan besar di provinsi yang bertumpu pada sektor pertanian ini.

“Kami akan terus dorong program yang berdampak langsung, memperkuat ekonomi desa, dan memastikan tidak ada warga yang tertinggal dari pembangunan,” tutupnya. (*)

Berita Terkait

Gubernur Sambut Lampung Tuan Rumah HPN dan PORWANAS 2027
Sekretaris DPRD Lampung Dukung Penuh Turnamen Minisoccer IJP FC
Walikota Pertanyakan Sikap Pemprov Usai Izin SMA Siger Ditolak
Skandal Jam KBM dan Aset, Izin SMA Siger Gagal Terbit
Lampung, Lumbung Pangan yang Terlalu Besar untuk Tekor
Asroni Paslah: Verifikasi SMA Siger Jangan Sekadar Formalitas
BRI Dukung Program Pemerintah Melalui KUR
BRI BalamGandeng Agung Podomoro

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 15:27 WIB

Gubernur Sambut Lampung Tuan Rumah HPN dan PORWANAS 2027

Minggu, 8 Februari 2026 - 19:11 WIB

Sekretaris DPRD Lampung Dukung Penuh Turnamen Minisoccer IJP FC

Kamis, 5 Februari 2026 - 20:55 WIB

Walikota Pertanyakan Sikap Pemprov Usai Izin SMA Siger Ditolak

Selasa, 3 Februari 2026 - 16:44 WIB

Skandal Jam KBM dan Aset, Izin SMA Siger Gagal Terbit

Senin, 2 Februari 2026 - 20:07 WIB

Asroni Paslah: Verifikasi SMA Siger Jangan Sekadar Formalitas

Berita Terbaru

Lampung

Gubernur Sambut Lampung Tuan Rumah HPN dan PORWANAS 2027

Senin, 9 Feb 2026 - 15:27 WIB

Foto: Ilustrasi

Bandarlampung

Walikota Pertanyakan Sikap Pemprov Usai Izin SMA Siger Ditolak

Kamis, 5 Feb 2026 - 20:55 WIB

Foto: ilustrasi

Perspektif

Orang-Orang yang Selalu Sibuk, Tapi Tidak Pernah Selesai

Kamis, 5 Feb 2026 - 06:33 WIB

Kepala Disdikbud Provinsi Lampung, Thomas Amirico. Foto: BukanAgus

Bandarlampung

Skandal Jam KBM dan Aset, Izin SMA Siger Gagal Terbit

Selasa, 3 Feb 2026 - 16:44 WIB