MQKI Internasional 2025 Ajak Santri Rawat Lingkungan dan Tebar Damai

- Editor

Jumat, 3 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pramoedya.id: Musabaqah Qira’atul Kutub Internasional (MQKI) 2025 resmi dibuka di Pondok Pesantren As’adiyah, Wajo, Sulawesi Selatan, pada 1–7 Oktober 2025. Ajang keilmuan ini menghadirkan 1.359 peserta dari seluruh Indonesia serta delegasi dari sembilan negara sahabat.

MQKI Internasional 2025 mengusung tema kuat: Dari Pesantren untuk Dunia: Merawat Lingkungan dan Menebar Perdamaian dengan Kitab Turats.

Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, dalam sambutannya menegaskan bahwa MQKI lebih dari sekadar perlombaan, melainkan forum silaturahmi ulama, santri, dan akademisi lintas negara.

“Merawat lingkungan dan menjaga perdamaian adalah tema besar kita. Kini saatnya Kementerian Agama mengarusutamakan apa yang kami sebut sebagai ekoteologi, yaitu kerja sama antara manusia, alam, dan Tuhan,” ujarnya saat membuka acara.

Menag menambahkan, MQKI juga merupakan bentuk diplomasi budaya pesantren yang meneguhkan wajah Islam rahmatan lil-‘alamin di mata dunia, menunjukkan bahwa Islam Indonesia tumbuh melalui dakwah yang ramah dan penuh persaudaraan.

Rektor UIN Raden Intan Lampung, Wan Jamaluddin, yang turut menghadiri pembukaan, menyambut baik kegiatan ini sebagai kontribusi nyata pesantren terhadap kemajuan peradaban.

Ia secara khusus menyoroti gerakan menanam pohon yang dilakukan oleh para santri sebagai bagian dari rangkaian kegiatan. Menurutnya, tradisi keilmuan dalam kitab kuning tidak hanya mengajarkan moralitas kepada sesama, tetapi juga tanggung jawab terhadap alam.

“Santri tidak hanya diajarkan untuk berpikir, tetapi juga bertindak nyata. Gerakan menanam pohon ini menunjukkan bahwa nilai-nilai keilmuan dapat diwujudkan dalam aksi yang bermanfaat bagi lingkungan,” kata Wan Jamaluddin.

Para peserta berkompetisi dalam berbagai cabang, termasuk debat bahasa Arab dan Inggris, hifdzul mutun, serta penulisan risalah ilmiyyah, menegaskan peran pesantren sebagai fondasi peradaban Islam di Nusantara. (Rilis)

Berita Terkait

Walikota Pertanyakan Sikap Pemprov Usai Izin SMA Siger Ditolak
Skandal Jam KBM dan Aset, Izin SMA Siger Gagal Terbit
Dapodik Mandek, Nasib Ratusan Siswa SMA Siger Terkatung
Menjemput Takdir ke Kampus Impian dari Balik Dinding Pesantren
Rayakan Dies Natalis, UIN RIL Santuni Mahasiswa Korban Bencana
UIN RIL Manjakan Petugas Kebersihan, Hadiah Motor Disiapkan!
Mirza Lepas Jalan Sehat UIN RIL: Hijaukan Hati, Suburkan Bumi
Gandeng REI, UIN Raden Intan Perkuat Ekoteologi Lewat Penanaman Pohon

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 20:55 WIB

Walikota Pertanyakan Sikap Pemprov Usai Izin SMA Siger Ditolak

Kamis, 15 Januari 2026 - 16:14 WIB

Dapodik Mandek, Nasib Ratusan Siswa SMA Siger Terkatung

Jumat, 9 Januari 2026 - 12:42 WIB

Menjemput Takdir ke Kampus Impian dari Balik Dinding Pesantren

Selasa, 30 Desember 2025 - 20:51 WIB

Rayakan Dies Natalis, UIN RIL Santuni Mahasiswa Korban Bencana

Selasa, 30 Desember 2025 - 20:50 WIB

UIN RIL Manjakan Petugas Kebersihan, Hadiah Motor Disiapkan!

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi

Perspektif

Almanak Pilrek UIN Lampung: Politik di Kampus Religi

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:25 WIB

Lampung

Gubernur Sambut Lampung Tuan Rumah HPN dan PORWANAS 2027

Senin, 9 Feb 2026 - 15:27 WIB

Foto: Ilustrasi

Bandarlampung

Walikota Pertanyakan Sikap Pemprov Usai Izin SMA Siger Ditolak

Kamis, 5 Feb 2026 - 20:55 WIB

Foto: ilustrasi

Perspektif

Orang-Orang yang Selalu Sibuk, Tapi Tidak Pernah Selesai

Kamis, 5 Feb 2026 - 06:33 WIB