Pramoedya.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung memastikan keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi prioritas utama guna menjaga kesehatan anak didik.
“Program ini dirancang untuk jangka panjang, sehingga kami terus berupaya memastikan makanan yang disajikan memenuhi standar gizi dan keamanan pangan,” kata Koordinator Fungsional Kesehatan Lingkungan (Kesling) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung Ajib Jayadi, Rabu (16/4/2025).
Untuk memastikan keamanan makanan pada MBG, kata dia, seluruh tim pada Sentra Penyediaan Pangan Gizi (SPPG) telah mendapatkan pelatihan keamanan pangan siap saji.
“Hal ini mengingat makanan yang diproduksi akan dikonsumsi oleh anak-anak dengan daya tahan tubuh yang berbeda-beda,” katanya.
Sehingga, lanjut dia, makanan yang disediakan juga harus terjamin kualitas gizinya serta aman dari kontaminasi fisik, kimia, maupun biologis.
“Kami ingin pastikan anak-anak mendapatkan asupan yang layak dan aman,” tegasnya.
Ajib mengatakan Program MBG telah berjalan secara bertahap sejak Februari di Bandar Lampung dan hingga pertengahan April ini terdapat empat lokasi SPPG yang telah resmi beroperasi dengan menggandeng berbagai mitra penyedia makanan.
“SPPG Enggal mulai beroperasi pada 17 Februari dengan mitra Omah Bone, disusul SPPG Sumur Putri pada 21 Februari yang bekerja sama dengan Pindang Rio. Kemudian dua SPPG yang baru saja diluncurkan adalah SPPG Sukarame yang bermitra dengan Dapur Ombay, serta SPPG Teluk Betung Utara,” katanya.
Ia mengatakan dengan bertambahnya titik layanan SPPG, diharapkan program MBG dapat menjangkau lebih banyak pelajar di wilayah Bandar Lampung.
“MBG diberikan setiap hari Senin hingga Jumat, kecuali pada hari libur nasional. Bahkan saat bulan Ramadan lalu, dua SPPG yang telah berjalan tetap menyalurkan makanan bergizi gratis, namun dalam bentuk paket berbuka puasa,” katanya. (*)







