Pramoedya.id: Pengukuhan guru profesional di UIN Raden Intan Lampung (RIL) tahun 2025 melahirkan pesan mendalam tentang esensi pendidikan. Guru kini dituntut tidak sekadar memberikan materi di kelas, tetapi harus mampu menjadi agen perubahan yang menyentuh karakter dan pola pikir peserta didik.
Dekan FTKUIN RIL, Nirva Diana, menekankan bahwa tanggung jawab guru di tingkat dasar maupun menengah sangat besar dalam memajukan bangsa. Guru harus mampu mengubah mentalitas siswa dari yang tidak mau menjadi mau berbuat sesuatu yang bermanfaat.
“Melalui pendidikan, kita mengubah yang tidak tahu menjadi tahu. Saat ini, yang kita dekati terlebih dahulu adalah hati anak-anak, menumbuhkan keinginan untuk belajar dan membaca,” ujar Nirva Diana.
Suasana pengukuhan sempat diwarnai haru saat Dekan mengapresiasi Muhammad Fadli, mahasiswa asal Aceh Utara. Meski daerah asalnya sedang dilanda musibah bencana, Fadli tetap memaksakan hadir langsung ke kampus hijau UIN RIL di Bandar Lampung demi mengikuti prosesi pengukuhan.
“Terima kasih, walaupun di daerah asal sedang ada bencana, beliau tetap menyempatkan hadir ke almamaternya. Kita berdoa bersama untuk saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” katanya, menutup sambutan dengan empati mendalam. (*)







