Pramoedya.id: Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyoroti pentingnya kualitas konstruksi dan transparansi proyek infrastruktur untuk menjawab keraguan publik. Ia mengakui masih ada jalan yang rusak dan memerlukan perhatian serius, dengan fokus pada tiga persoalan utama: strategi pembangunan, kualitas, dan persepsi publik.
Mirza menegaskan bahwa masyarakat seringkali mendapat informasi yang tidak utuh, yang memicu dugaan adanya “main-main” dalam proyek jalan. Hal ini harus dijawab dengan kualitas kerja yang baik dan keterbukaan.
“Selama ini masyarakat mendapatkan informasi yang tidak benar dan utuh. Sehingga masyarakat menduga ada ‘main main’ hingga nyolong nyolong proyek jalan. Kita upayakan kualitas jalan kita bagus. Seluruh masyarakat Lampung akan mengawasi, kalau kerja kita tidak baik, masyarakat akan menilai langsung. Saya apresiasi Dinas BMBK yang saat ini sudah bekerja dengan terbuka,” ujarnya.
Gubernur juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Lampung yang bersedia memaklumi keterbatasan anggaran dan banyaknya pekerjaan yang harus dituntaskan Pemprov, sembari memastikan komitmen Pemprov untuk bekerja dengan terbuka. (*)







