Pramoedya.id: Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung memberikan catatan serius terhadap standar higienitas di SPPG Sumber Rejo menyusul temuan bakteri Salmonella dan Bacillus cereus pada menu makanan siswa. Meskipun beberapa komponen makanan seperti nasi putih dan buah dinyatakan negatif bakteri, kontaminasi pada lauk olahan menunjukkan adanya celah dalam rantai produksi pangan.
Muhtadi Arsyad Tumenggung menyatakan bahwa cemaran bakteri pada makanan olahan tidak terjadi secara tiba-tiba. Hal ini biasanya berkaitan erat dengan suhu penyimpanan yang tidak tepat, cara pencucian bahan baku yang kurang bersih, hingga penggunaan peralatan masak yang telah terkontaminasi silang.
“Cemaran bakteri pada makanan olahan dapat terjadi akibat proses pengolahan, penyimpanan, maupun higienitas peralatan dan bahan baku yang kurang optimal,” kata Muhtadi Arsyad Tumenggung.
Beruntung, hasil uji pada item lain seperti timun segar, telur ceplok, dan beberapa jenis saus dinyatakan aman. Namun, temuan pada sayuran tumis dan ikan dori sudah cukup untuk memicu diare massal pada ratusan anak.
“Kami harap kejadian seperti ini tidak terulang lagi di Bandar Lampung, sehingga diharapkan seluruh SPPG yang beroperasi di kota ini dapat menjaga keamanan pangannya,” tegas Muhtadi. (*)







