Pramoedya,id: Pemerintah Kota Bandar Lampung mulai melakukan langkah antisipasi terhadap potensi kemacetan parah yang sering terjadi akibat menjamurnya pedagang takjil musiman. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) memberikan imbauan keras kepada para pedagang agar tidak menggunakan fasilitas umum, seperti trotoar dan bahu jalan, sebagai tempat berjualan karena dapat mengganggu arus kendaraan.
Kepala Satpol PP Bandar Lampung, Ahmad Nurizki Erwandi, menyatakan bahwa meskipun pemerintah mendukung geliat ekonomi masyarakat di bulan Ramadan, ketertiban umum tetap menjadi prioritas. Fokus penertiban akan diarahkan pada lokasi-lokasi pasar tumpah yang selama ini menjadi titik mati arus lalu lintas di kota setempat.
“Bulan puasa ini jadi momentum untuk pedagang musiman untuk menjajakan dagangannya. Sehingga fokus utama penertiban kali ini adalah lapak takjil dan pasar tumpah yang memakan fasilitas umum seperti trotoar dan bahu jalan,” kata Ahmad Nurizki Erwandi di Bandar Lampung, Kamis (19/2/2026).
Pemerintah kota menyadari bahwa konsentrasi massa menjelang waktu berbuka puasa cenderung tinggi, sehingga diperlukan pengaturan yang ketat.
“Teguran dan tindakan kami hanya semata-mata agar lalu lintas di lokasi kemacetan dapat berjalan lancar,” ujar Nurizki menambahkan. (*)







