Pramoedya.id: PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. tancap gas di awal tahun 2026 dengan memperkuat cengkeramannya di berbagai sektor di Provinsi Lampung. Tak hanya soal pembiayaan UMKM, bank pelat merah ini menyasar ranah pendidikan lingkungan hingga proteksi jiwa nasabah di pelosok daerah.
Di pusat kota, BRI Kantor Cabang Tanjung Karang meluncurkan sistem informasi digital bank sampah di SMAN 2 Bandar Lampung, Selasa (27/1/2026). Melalui program ini, siswa diajak mengonversi sampah menjadi saldo tabungan secara transparan.

Pemimpin Cabang BRI Tanjung Karang, Hidayat Akbar, menyebut langkah ini bukan sekadar urusan kebersihan, melainkan edukasi literasi keuangan sejak dini.
“Siswa dikenalkan pada konsep menabung melalui pengelolaan sampah yang memiliki nilai ekonomis terukur,” ujarnya. Inovasi ini pun mendapat lampu hijau dari OJK Lampung sebagai model edukasi keuangan yang aplikatif bagi pelajar.
Sementara itu, di level strategis, BRI Region 5 Bandar Lampung terus menggenjot penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk memastikan UMKM lokal naik kelas. Regional CEO BRI Region 5, Bernadi Kurniawan, menegaskan bahwa fokus utama mereka di tahun 2026 adalah pembiayaan inklusif yang disertai pendampingan.

“Kami tidak hanya menyalurkan modal, tapi juga mendorong digitalisasi transaksi agar UMKM Lampung punya daya saing lebih tinggi,” kata Bernadi.
Bergerak ke arah barat, komitmen perlindungan nasabah ditunjukkan BRI Kantor Cabang Liwa. Bersama BRILife, mereka menyerahkan santunan asuransi senilai Rp100 juta kepada Mirwan Efendi, ahli waris nasabah bernama Reta Darlina yang meninggal dunia karena sakit.
Santunan dari produk Aurora Plus ini diserahkan langsung oleh Pimpinan Cabang BRI Liwa, Ari Apriansyah. Menurutnya, klaim ini adalah bukti nyata bahwa kemitraan bancassurance mereka bukan sekadar produk di atas kertas, melainkan jaring pengaman bagi keluarga nasabah.
“Ini bentuk kepastian perlindungan. Kami berharap santunan ini meringankan beban keluarga yang ditinggalkan,” tutur Ari dalam seremoni yang berlangsung penuh empati tersebut. (*)







