Antek-Antek El Chapo dan Sandiwara Pertamina di Hadapan Wakil Rakyat

- Editor

Kamis, 27 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Makkah

Foto: Makkah

Pramoedya.id: Ketika PT Pertamina dipanggil oleh DPR RI untuk menjelaskan kasus yang tengah hangat menyoal dugaan pengoplosan Pertamax. Alih-alih bersikap transparan, respons yang diberikan justru penuh drama defensif. 

Penulis langsung teringat pada serial Netflix El Chapo, khususnya saat Sekretaris Dalam Negeri, Sol, bekerja sama dengan kartel narkoba untuk membangun citra seolah-olah ia berada di pihak yang benar di mata publik.

Dalam kasus ini, Pertamina berperan layaknya Sol, yang lebih sibuk membangun narasi penyelamatan citra perusahaan ketimbang mengakui kesalahan.

Ini menimbulkan pertanyaan: apakah Pertamina sedang memainkan sandiwara di hadapan publik demi menjaga reputasi perusahaan?

Dalam sidang bersama DPR RI, Pertamina berlindung di balik argumen teknis seperti “Blending adalah praktik umum”, “Blending adalah proses pencampuran bahan bakar dengan unsur kimia lain untuk mencapai kadar oktan atau RON tertentu serta parameter kualitas lainnya.”

“Masyarakat tidak perlu khawatir dengan mutu BBM Pertamina”, dan “Kualitas Pertamax sudah sesuai dengan spesifikasinya”.

Namun, menurut penulis, pertanyaan DPR RI bukan sekadar soal legalitas teknis. Seharusnya, Pertamina berani mengakui bahwa praktik blending dapat menjadi celah bagi penyalahgunaan wewenang.

Sayangnya, alih-alih menjawab secara jujur, Pertamina justru berlagak sebagai korban ketidakpahaman publik. Seolah-olah DPR RI dan masyarakat tidak mengerti persoalan energi.

Penulis melihat ini mirip dengan adegan dalam El Chapo, ketika Sol menggunakan retorika politik untuk membingkai ulang kekerasan kartel sebagai “upaya perdamaian”.

Dalam kasus ini, Pertamina, dengan jargon teknisnya, mencoba menggeser narasi dari “pengoplosan legal” menjadi “komitmen terhadap kualitas”. Jika Sol membela El Chapo dengan dalih stabilitas peredaran narkoba, maka Pertamina membela praktik blending yang bermasalah dengan dalih “kemandirian energi”. Keduanya merupakan bentuk pengkhianatan terhadap mandat publik.

Sandiwara ini harus segera diakhiri. Pertamina tidak boleh lupa bahwa mereka bukan sekadar perusahaan minyak biasa, melainkan agen pembangunan yang mengemban tanggung jawab terhadap hajat hidup energi 270 juta rakyat Indonesia. Jika BUMN ini terus bersikap seperti kartel yang mengaburkan fakta, maka dampaknya bukan hanya krisis BBM, melainkan juga krisis legitimasi negara. (Makkah) 

 

 

 

Berita Terkait

Mimpi Indonesia Emas Terancam Blank Spot
Dari Pilkada Langsung Ke Kontrol Elit : Power Continuity dan Kemunduran Demokrasi Lokal
Pilkada Lewat DPRD: Kemunduran Demokrasi dan Hilangnya Mandat Rakyat
Peta Jalan Pendidikan Islam dan Desain Masa Depan Peradaban  
Republik di Atas Meja Negosiasi: Siapa Menjual, Siapa Membeli Keadilan?
Mengapa Kita Perlu ‘Gaya’ Kang Dedy?
Robusta, Kafein, dan Revolusi Senyap di Lampung
Wasiat Soemitro dan Silat Gelap Zaman  

Berita Terkait

Kamis, 29 Januari 2026 - 16:38 WIB

Mimpi Indonesia Emas Terancam Blank Spot

Selasa, 13 Januari 2026 - 01:01 WIB

Dari Pilkada Langsung Ke Kontrol Elit : Power Continuity dan Kemunduran Demokrasi Lokal

Jumat, 2 Januari 2026 - 21:02 WIB

Pilkada Lewat DPRD: Kemunduran Demokrasi dan Hilangnya Mandat Rakyat

Selasa, 30 Desember 2025 - 20:43 WIB

Peta Jalan Pendidikan Islam dan Desain Masa Depan Peradaban  

Rabu, 10 Desember 2025 - 20:41 WIB

Republik di Atas Meja Negosiasi: Siapa Menjual, Siapa Membeli Keadilan?

Berita Terbaru

Lampung

Gubernur Sambut Lampung Tuan Rumah HPN dan PORWANAS 2027

Senin, 9 Feb 2026 - 15:27 WIB

Foto: Ilustrasi

Bandarlampung

Walikota Pertanyakan Sikap Pemprov Usai Izin SMA Siger Ditolak

Kamis, 5 Feb 2026 - 20:55 WIB

Foto: ilustrasi

Perspektif

Orang-Orang yang Selalu Sibuk, Tapi Tidak Pernah Selesai

Kamis, 5 Feb 2026 - 06:33 WIB

Kepala Disdikbud Provinsi Lampung, Thomas Amirico. Foto: BukanAgus

Bandarlampung

Skandal Jam KBM dan Aset, Izin SMA Siger Gagal Terbit

Selasa, 3 Feb 2026 - 16:44 WIB