Pramoedya.id: Harian Kandidat kembali meraih penghargaan Bronze Winner dalam ajang Serikat Perusahaan Pers (SPS) Awards 2026. Media cetak asal Lampung itu mempertahankan capaian serupa untuk kedua kalinya secara berturut-turut melalui kategori Indonesia Print Media Awards (IPMA) Regional Sumatera.
Penghargaan tersebut diterima langsung Pemimpin Redaksi Harian Kandidat, Abung Mamasa, dalam puncak peringatan HUT ke-80 SPS di Ballroom Dispora, Kadrie Oening Tower, Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat malam, (6/11/2026).
Abung mengatakan, penghargaan dua tahun berturut-turut itu menjadi kebanggaan sekaligus dorongan bagi jajaran redaksi dan manajemen untuk meningkatkan kualitas kerja jurnalistik.
“Dua tahun berturut-turut Kandidat mendapat Bronze Winner. Ini menjadi stimulan bagi jajaran redaksi dan manajemen agar lebih baik lagi dalam melakukan kerja-kerja jurnalistik,” Abung yang juga menjabat Ketua Ikatan Jurnalis Pemprov Lampung (IJP).melalui pers rilis yang diterima Pramoedya.id. Sabtu (07/11/2026).
Menurut Abung, penghargaan tersebut tidak semata-mata menjadi pengakuan atas karya yang dihasilkan. Capaian itu juga menjadi pengingat bagi media untuk terus meningkatkan kualitas pemberitaan, kreativitas penyajian, serta tanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Ia berharap penghargaan tersebut turut mendorong perusahaan pers di Lampung untuk terus berinovasi dan menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas.
Selain Harian Kandidat, media Lampung Ekspose juga menerima penghargaan serupa dalam ajang tersebut.
“Kami berharap ini mampu mendorong semangat kawan-kawan media di Lampung untuk terus berkreativitas. SPS Awards bukan hanya untuk media cetak, tetapi juga memiliki kategori lain yang bisa diikuti,” tutup.
Sebagai informasi, SPS Awards 2026 merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-80 SPS. Tahun ini, kegiatan tersebut mengusung tema “Pers Maju Bersama Bangsa Menuju Ibu Kota Nusantara”.
Penghargaan ini menjadi capaian bagi Harian Kandidat di tengah perubahan industri media yang semakin terdigitalisasi. Namun, tantangan bagi media cetak tidak berhenti pada upaya mempertahankan eksistensi. Kualitas produk jurnalistik dan kepercayaan publik tetap menjadi hal utama yang harus dijaga. (*)







