Pramoedya.id: Gubernur Lampung, Kak Rahmat Mirzani Djausal, bertindak sebagai Pembina Apel Besar Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 Tingkat Daerah Lampung.
Kegiatan khidmat ini digelar di Bumi Perkemahan Pramuka Daerah (Buperda) Kota Baru, Jati Agung, Lampung Selatan, pada Selasa, (12/9/2026).
Apel besar tersebut turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Lampung yang juga menjabat sebagai Ketua Kwarda Lampung, Kak Jihan Nurlela, Sekretaris Daerah Kak Marindo Kurniawan, sejumlah jajaran Forkopimda selaku Anggota Mabida, pengurus Kwarda Lampung, perwakilan Kwarcab se-Daerah Lampung, serta para tamu undangan lainnya.
Mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045”, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal mengajak seluruh jajaran Gerakan Pramuka untuk terus memperkuat semangat pengabdian yang selaras dengan pembangunan bangsa.
Dalam amanatnya, Gubernur menegaskan bahwa pengabdian kepada negara dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Mencintai lingkungan, menanam pohon, membantu masyarakat, menjadi generasi yang produktif,” ujar Gubernur di hadapan ribuan peserta apel.
Menurutnya, Gerakan Pramuka memegang peran sentral dalam membentuk sumber daya manusia (SDM) yang cerdas sekaligus berkarakter. Pramuka tidak hanya sekadar mengajarkan keterampilan di alam terbuka, melainkan wadah menempa disiplin, kemandirian, gotong royong, kepedulian sosial, dan jiwa pengabdian.
Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Lampung menempatkan Gerakan Pramuka sebagai mitra strategis pemerintah, khususnya dalam mengakselerasi pembangunan karakter dan kualitas SDM di daerah.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur menyoroti posisi strategis Buperda Kota Baru sebagai pusat pengembangan kepramukaan di Lampung.
Ia berharap kawasan tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai pusat pendidikan, pelatihan, pembinaan, hingga pusat kegiatan sosial, lingkungan, kewirausahaan, dan ketahanan pangan.
Lebih lanjut, Buperda Kota Baru juga tengah dipersiapkan untuk menjadi tuan rumah berbagai ajang kepramukaan berskala daerah maupun nasional, termasuk kesiapan menyambut rencana Karang Pamitran Nasional Tahun 2028.
Gubernur menilai, kehadiran event-event skala besar di Lampung akan memberikan multiplier effect bagi perekonomian daerah, mulai dari mendongkrak omzet UMKM, menumbuhkan pelaku usaha lokal, hingga mempromosikan sektor pariwisata.
“Setiap kegiatan nasional harus kita jadikan bagian dari upaya menggerakkan ekonomi daerah,” tegasnya.
Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan loyalitas, pada rangkaian apel tersebut Gubernur juga menyerahkan Tanda Penghargaan Gerakan Pramuka kepada sejumlah anggota yang berprestasi dan berdedikasi tinggi.
Penghargaan ini diharapkan mampu menjadi pemacu motivasi untuk terus berkarya bagi organisasi dan masyarakat.
Kepada para anggota muda Pramuka, Gubernur berpesan agar senantiasa giat belajar, berani mencoba hal baru, serta tumbuh menjadi pribadi yang jujur, tangguh, dan peduli. Nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Tri Satya dan Dasa Darma diminta untuk terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, melampaui batas seragam kepramukaan.
“Karakter tidak dibentuk dalam satu kegiatan. Karakter dibentuk dari kebiasaan baik yang dilakukan terus-menerus,” pesan Gubernur.
Menutup amanatnya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan ucapan selamat Hari Pramuka ke-65 dan mengajak seluruh elemen pemerintah, gerakan Pramuka, dan masyarakat untuk terus bergerak bersama mewujudkan Lampung yang maju, inklusif, dan berlandaskan semangat gotong royong demi menyongsong Indonesia Emas 2045. (*)







