Kadin Lampung Ingatkan Gubernur BI Baru Tak Cuma Jaga Rupiah

- Editor

Selasa, 1 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pramoedya.id: Resmi ditetapkannya Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia periode 2026–2031 dalam Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (1/9/2026), langsung menuai respons kritis dari daerah.

Anggota Komisi III DPRD Lampung sekaligus Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan Kadin Lampung, Munir Abdul Haris, mengingatkan bahwa tolok ukur kepemimpinan baru di Kebon Sirih bukan sekadar stabilitas rupiah, melainkan daya tahan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah.

Munir menilai arah bauran kebijakan moneter di bawah komando Destry bersama Deputi Gubernur Senior Aida S. Budiman dan Deputi Gubernur Solikin M. Juhro harus keluar dari pola lama yang kerap mengorbankan likuiditas sektor riil demi menahan gejolak eksternal.

“Sektor riil dan transformasi ekonomi harus menjadi fokus utama Gubernur BI yang baru. Harus mampu menyeimbangkan stabilitas makro dengan dukungan terhadap pertumbuhan kredit, pemberdayaan UMKM, inklusi keuangan, digitalisasi, hingga pembiayaan berkelanjutan,” ujar Munir, Selasa (1/9/2026).

Sebagai legislator yang membidangi persoalan keuangan daerah, Munir menyoroti masih timpangnya akses pembiayaan yang membuat denyut ekonomi kerap terpusat di wilayah tertentu saja.

Ia mendesak adanya reformasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) agar benar-benar dapat diakses pelaku usaha kecil di pelosok, bukan sekadar menjadi target serapan di atas kertas.

“KUR harus lebih ramah UMKM dan bisa diakses oleh kalangan UMKM dengan mudah, sehingga pertumbuhan ekonomi mengalami kenaikan di semua daerah se-Nusantara, tidak hanya provinsi tertentu,” katanya.

Di sisi lain, Munir mengingatkan bahwa ancaman volatilitas pasar keuangan global, ketegangan geopolitik, hingga tekanan nilai tukar tidak bisa disikapi hanya dengan kebijakan suku bunga yang defensif.

Ia menuntut BI di bawah nakhoda anyar lebih agresif membangun sinergi lintas otoritas guna memastikan transmisi moneter langsung menopang dunia usaha lokal.

“Kebijakan suku bunga dan bauran moneter harus mampu meredam volatilitas pasar keuangan global, konflik geopolitik, serta tekanan terhadap nilai tukar rupiah,” tutur Munir.

Bagi dia, menjaga stabilitas makro hanya akan bermakna jika mampu membuka ruang pertumbuhan nyata bagi perekonomian daerah.

“Semua sektor dan ornamen harus seiring bergerak,” tutupnya. (*)

Berita Terkait

Wakili Lampung di Ajang Nasional, Tiga Putri Hijabfluencer Usung Advokasi Media Sosial  
Usut Polemik Register 44 Way Kanan, ALAM BAKA Desak Kejagung “Kuliti” Aktor Intelektual
Gubernur Lampung Pastikan Karhutla Way Kambas Padam, Proyek Pagar Gajah Dikejar
Wulan Mirza Dorong Kuliner Lampung Tembus Mancanegara
Mirza Apresiasi Kontingen Satlinmas Lampung  
Pemkot Balam Maksimalkan Peran Satlinmas
Bacalon Rektor Unila Budiyono Janji Tak Sembrono Naikkan UKT
Delegasi PWNU Lampung Berangkat ke Muktamar NU di Jombang

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 23:14 WIB

Kadin Lampung Ingatkan Gubernur BI Baru Tak Cuma Jaga Rupiah

Selasa, 1 September 2026 - 14:59 WIB

Wakili Lampung di Ajang Nasional, Tiga Putri Hijabfluencer Usung Advokasi Media Sosial  

Selasa, 1 September 2026 - 14:46 WIB

Usut Polemik Register 44 Way Kanan, ALAM BAKA Desak Kejagung “Kuliti” Aktor Intelektual

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:10 WIB

Gubernur Lampung Pastikan Karhutla Way Kambas Padam, Proyek Pagar Gajah Dikejar

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:56 WIB

Wulan Mirza Dorong Kuliner Lampung Tembus Mancanegara

Berita Terbaru

Lampung

Kadin Lampung Ingatkan Gubernur BI Baru Tak Cuma Jaga Rupiah

Selasa, 1 Sep 2026 - 23:14 WIB

Lampung

Wulan Mirza Dorong Kuliner Lampung Tembus Mancanegara

Jumat, 28 Agu 2026 - 18:56 WIB