Gubernur Lampung Pastikan Karhutla Way Kambas Padam, Proyek Pagar Gajah Dikejar

- Editor

Senin, 31 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pramoedya.id: Klaim padamnya api di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) tak lantas menghilangkan bayang-bayang ancaman ekologis di kawasan seluas 120 ribu hektare tersebut. Meski pemerintah provinsi menyebut tak ada lagi titik api, operasi darurat yang melibatkan helikopter pengebom air (water bombing) hingga penyemaian awan masih terus dilakukan untuk mendinginkan gambut dan sekam yang rawan terbakar kembali.

“Laporan tadi sudah tidak ada lagi titik api. Tetapi teman-teman pemadam dan kepolisian masih standby di sekitar TNWK,” kata Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat meninjau kawasan konservasi di Lampung Timur, Senin, 31 Agustus 2026.

Penanganan karhutla di TNWK kali ini berpacu dengan keselamatan satwa dilindungi, khususnya gajah Sumatera. Kebakaran hutan saban tahun tak hanya merusak vegetasi, tetapi juga menyempitkan ruang gerak populasi gajah dan memicu eskalasi konflik horizontal dengan warga di pinggiran hutan.

Menyiasati masalah yang berulang ini, Satuan Tugas Gabungan mengejar tenggat pembangunan barikade fisik berupa pagar besi dan high beam di sekeliling kawasan. Proyek infrastruktur yang diklaim telah mencapai 65 persen tersebut ditargetkan rampung pada Oktober 2026 mendatang.

Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi menyatakan, selain benteng fisik, pemerintah menguji coba metode benteng hayati dengan memanfaatkan sensitivitas gajah terhadap jenis tanaman tertentu.

“Kami membangun budidaya serai dan lebah di perbatasan. Serai dan lebah ini tidak disukai oleh gajah, sehingga efektif mencegah mereka keluar kawasan sekaligus jadi peluang ekonomi warga,” ujar Kristomei.

Upaya tambal-sulam penanganan karhutla dan intervensi fisik di TNWK ini menjadi ujian konsistensi pemerintah daerah. Tanpa penegakan hukum yang tegas terhadap aktivitas pembakaran lahan dan perambahan liar di sekitar kawasan, proyek pemagaran hingga modifikasi cuaca hanya akan menjadi belanja rutin anggaran darurat yang berulang setiap musim kemarau. (*)

 

Berita Terkait

Wulan Mirza Dorong Kuliner Lampung Tembus Mancanegara
Mirza Apresiasi Kontingen Satlinmas Lampung  
Pemkot Balam Maksimalkan Peran Satlinmas
Bacalon Rektor Unila Budiyono Janji Tak Sembrono Naikkan UKT
Delegasi PWNU Lampung Berangkat ke Muktamar NU di Jombang
Bantu Korban Gempa NTT, Prantara Kirim Sembako dan Obat
27 Agustus, FORMMASI Kepung Kemenag: Desak Usut Kasus An-Nur dan Evaluasi Kepemimpinan Menteri Agama
Tinjau Jalan Metro–Kota Gajah, Gubernur Minta Standar Proyek Disamakan Se-Lampung

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:10 WIB

Gubernur Lampung Pastikan Karhutla Way Kambas Padam, Proyek Pagar Gajah Dikejar

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:56 WIB

Wulan Mirza Dorong Kuliner Lampung Tembus Mancanegara

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:51 WIB

Mirza Apresiasi Kontingen Satlinmas Lampung  

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:48 WIB

Pemkot Balam Maksimalkan Peran Satlinmas

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:56 WIB

Bacalon Rektor Unila Budiyono Janji Tak Sembrono Naikkan UKT

Berita Terbaru

Lampung

Wulan Mirza Dorong Kuliner Lampung Tembus Mancanegara

Jumat, 28 Agu 2026 - 18:56 WIB

Lampung

Mirza Apresiasi Kontingen Satlinmas Lampung  

Jumat, 28 Agu 2026 - 18:51 WIB

Bandarlampung

Pemkot Balam Maksimalkan Peran Satlinmas

Jumat, 28 Agu 2026 - 18:48 WIB

Pendidikan

Bacalon Rektor Unila Budiyono Janji Tak Sembrono Naikkan UKT

Rabu, 26 Agu 2026 - 22:56 WIB