Proyek Irigasi Amburadul, FORMMASI Bakal Kepung Kantor PU dan KPK

- Editor

Minggu, 15 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pramoedya.id: Front Rakyat dan Mahasiswa Madani Seluruh Indonesia (FORMMASI) memastikan akan mengepung kantor Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada pekan depan. Langkah ini diambil sebagai bentuk protes keras terhadap lambannya penanganan proyek infrastruktur irigasi di bawah Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung (BBWS MS) yang dinilai amburadul.

Aksi massa ini merupakan “kartu merah” bagi PT Brantas Abipraya yang dianggap gagal total dalam mengerjakan proyek tersebut. FORMMASI menilai pengerjaan irigasi ini bukan sekadar masalah keterlambatan teknis, melainkan potret nyata pengkhianatan terhadap kepentingan petani dan rakyat kecil di Lampung.

Rahmat Basuki, perwakilan FORMMASI, menegaskan bahwa pihaknya menuntut Menteri PU untuk segera memutus kontrak PT Brantas Abipraya tanpa kompromi. Menurutnya, tidak ada ruang bagi kontraktor yang hanya mengejar profit tanpa mempedulikan kualitas bangunan. Selain pemutusan kontrak, massa juga mendesak adanya audit investigatif menyeluruh terhadap BBWS Mesuji Sekampung dan pencopotan pejabat yang terindikasi “main mata” dengan pihak kontraktor.

“Uang rakyat bukan untuk mainan! Proyek irigasi ini adalah urat nadi petani, tapi di lapangan kami menemukan kebobrokan yang nyata. Jika Kementerian PU tetap diam, maka patut diduga ada permainan di balik meja,” ujar Rahmat Basuki, Minggu (15/2/2026).

Tidak hanya ke Kementerian PU, massa berencana melakukan long march menuju Gedung Merah Putih KPK untuk meminta lembaga antirasuah tersebut memeriksa aliran dana proyek. FORMMASI menduga adanya aroma korupsi lantaran pengerjaan tetap dibiarkan berjalan meski dianggap tidak sesuai spesifikasi. Mereka juga mendesak agar PT Brantas Abipraya dimasukkan ke dalam daftar hitam (blacklist) proyek negara.

Dengan membawa bukti-bukti pendukung terkait kondisi proyek di lapangan, FORMMASI menegaskan tidak akan mundur hingga tuntutan mereka dipenuhi.

“Kami tidak akan mundur sejengkal pun sebelum kontrak PT Brantas Abipraya dihentikan secara permanen demi menyelamatkan sisa anggaran negara,” pungkasnya. (*)

 

Berita Terkait

FORMMASI Laporkan Dugaan Korupsi PU Balam Senilai Miliaran ke KPK
Pemprov Lampung Raih Peringkat I TPID
Peringati HUT ke-81 PMI, Batin Wulan Dorong Penguatan Kolaborasi
Gubernur Lampung Pimpin Apel Pramuka ke-65, Dorong Ketahanan Pangan
Dua Calon Ketua SMSI Bandar Lampung Siap Beradu Visi Misi
Persiapan Porwanas 2027, Tim Minisoccer PWI Lampung Patok Target Lolos Final
Sentil Layanan RSUD Abdul Moeloek, Gubernur Lampung Minta Pasien Tak Lagi Diabaikan
Diduga Gelapkan Uang Investasi Rp4,6 Miliar, Anggota DPR Komisi III Fraksi PKB dilaporkan ke MKD

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 18:33 WIB

FORMMASI Laporkan Dugaan Korupsi PU Balam Senilai Miliaran ke KPK

Kamis, 24 September 2026 - 18:26 WIB

Pemprov Lampung Raih Peringkat I TPID

Kamis, 24 September 2026 - 18:23 WIB

Peringati HUT ke-81 PMI, Batin Wulan Dorong Penguatan Kolaborasi

Selasa, 22 September 2026 - 16:54 WIB

Gubernur Lampung Pimpin Apel Pramuka ke-65, Dorong Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 - 18:03 WIB

Dua Calon Ketua SMSI Bandar Lampung Siap Beradu Visi Misi

Berita Terbaru

Bandarlampung

FORMMASI Laporkan Dugaan Korupsi PU Balam Senilai Miliaran ke KPK

Kamis, 24 Sep 2026 - 18:33 WIB

Lampung

Pemprov Lampung Raih Peringkat I TPID

Kamis, 24 Sep 2026 - 18:26 WIB

Foto: Ist

Bandarlampung

Dua Calon Ketua SMSI Bandar Lampung Siap Beradu Visi Misi

Kamis, 17 Sep 2026 - 18:03 WIB