Ketika Lampung Naik Kelas di Peta Industri Unggas Nasional

- Editor

Jumat, 9 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi.

Ilustrasi.

Pramoedya.id: Siapa nyana, dari puluhan provinsi yang bersaing, Lampung berhasil mengamankan posisi sebagai salah satu pemain kunci dalam peta baru industri perunggasan nasional. Di tengah ketatnya seleksi, provinsi di ujung Sumatera ini terpilih masuk ke dalam jajaran 13 daerah prioritas yang akan menjalankan program hilirisasi perunggasan dari Kementerian Pertanian.

Keputusan ini menjadi angin segar bagi sektor peternakan lokal yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung pasokan protein di Sumatera dan Jawa. Pilihan jatuh ke Lampung bukan tanpa alasan kuat, potensi populasi unggas yang masif serta kesiapan infrastruktur daerah menjadi modal utama yang meyakinkan pemerintah pusat.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lampung, Lili Mawarti, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari pengajuan yang matang serta melihat realita pasar yang menjanjikan.

“Lampung ini salah satu lumbung peternakan yang potensinya cukup tinggi. Dari 13 provinsi yang dipilih, termasuk Jawa Timur hingga Sulawesi Selatan, kita masuk karena memang pasarnya ada dan potensinya nyata,” ujar Lili menjelaskan kepada Pramoedya.id, Jumat (9/1/2026).

Kepercayaan pusat ini akan diwujudkan dalam bentuk pembangunan ekosistem industri terpadu di kawasan Trikora, Tanjung Bintang, Lampung Selatan. Di sana, melalui kolaborasi Danaantara dengan PTPN 7, akan dibangun fasilitas mulai dari pabrik pakan, produksi bibit ayam (DOC), hingga rumah potong unggas modern yang selama ini sangat dibutuhkan daerah.

“Tadinya direncanakan tanggal 7 Januari, namun diundur ke minggu ketiga Januari agar bisa dilakukan groundbreaking serentak di 13 provinsi tersebut. Meskipun investasinya melalui skema holding company PTPN, tapi manfaatnya sepenuhnya untuk Provinsi Lampung karena kita memang sangat butuh rumah potong dan cold storage sendiri,” tambah Lili.

Langkah ini diharapkan menjadi jawaban bagi para peternak lokal yang selama ini sering mengeluhkan fluktuasi biaya produksi. Dengan adanya fasilitas terpadu di tanah sendiri, Lampung tidak lagi hanya menjadi penyedia ternak mentah, melainkan pusat industri yang berdaya saing tinggi di level nasional.

Ke-13 Provinsi tersebut, tambah Lili, Aceh, Riau, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua Selatan, dan Jawa Timur.

“Nah Lampung termasuk salah satunya. Ini kesempatan besar. Kita masuk dalam tahap pertama program ini bersama provinsi besar lainnya karena kita punya potensi yang tidak bisa dipandang sebelah mata,” tutupnya. (*)

 

 

Berita Terkait

Gubernur Sambut Lampung Tuan Rumah HPN dan PORWANAS 2027
Sekretaris DPRD Lampung Dukung Penuh Turnamen Minisoccer IJP FC
Walikota Pertanyakan Sikap Pemprov Usai Izin SMA Siger Ditolak
Skandal Jam KBM dan Aset, Izin SMA Siger Gagal Terbit
Lampung, Lumbung Pangan yang Terlalu Besar untuk Tekor
Asroni Paslah: Verifikasi SMA Siger Jangan Sekadar Formalitas
BRI Dukung Program Pemerintah Melalui KUR
BRI BalamGandeng Agung Podomoro

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 15:27 WIB

Gubernur Sambut Lampung Tuan Rumah HPN dan PORWANAS 2027

Minggu, 8 Februari 2026 - 19:11 WIB

Sekretaris DPRD Lampung Dukung Penuh Turnamen Minisoccer IJP FC

Kamis, 5 Februari 2026 - 20:55 WIB

Walikota Pertanyakan Sikap Pemprov Usai Izin SMA Siger Ditolak

Selasa, 3 Februari 2026 - 16:44 WIB

Skandal Jam KBM dan Aset, Izin SMA Siger Gagal Terbit

Senin, 2 Februari 2026 - 20:07 WIB

Asroni Paslah: Verifikasi SMA Siger Jangan Sekadar Formalitas

Berita Terbaru

Lampung

Gubernur Sambut Lampung Tuan Rumah HPN dan PORWANAS 2027

Senin, 9 Feb 2026 - 15:27 WIB

Foto: Ilustrasi

Bandarlampung

Walikota Pertanyakan Sikap Pemprov Usai Izin SMA Siger Ditolak

Kamis, 5 Feb 2026 - 20:55 WIB

Foto: ilustrasi

Perspektif

Orang-Orang yang Selalu Sibuk, Tapi Tidak Pernah Selesai

Kamis, 5 Feb 2026 - 06:33 WIB

Kepala Disdikbud Provinsi Lampung, Thomas Amirico. Foto: BukanAgus

Bandarlampung

Skandal Jam KBM dan Aset, Izin SMA Siger Gagal Terbit

Selasa, 3 Feb 2026 - 16:44 WIB