Pramoedya.id: Siapa nyana, dari puluhan provinsi yang bersaing, Lampung berhasil mengamankan posisi sebagai salah satu pemain kunci dalam peta baru industri perunggasan nasional. Di tengah ketatnya seleksi, provinsi di ujung Sumatera ini terpilih masuk ke dalam jajaran 13 daerah prioritas yang akan menjalankan program hilirisasi perunggasan dari Kementerian Pertanian.
Keputusan ini menjadi angin segar bagi sektor peternakan lokal yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung pasokan protein di Sumatera dan Jawa. Pilihan jatuh ke Lampung bukan tanpa alasan kuat, potensi populasi unggas yang masif serta kesiapan infrastruktur daerah menjadi modal utama yang meyakinkan pemerintah pusat.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lampung, Lili Mawarti, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari pengajuan yang matang serta melihat realita pasar yang menjanjikan.
“Lampung ini salah satu lumbung peternakan yang potensinya cukup tinggi. Dari 13 provinsi yang dipilih, termasuk Jawa Timur hingga Sulawesi Selatan, kita masuk karena memang pasarnya ada dan potensinya nyata,” ujar Lili menjelaskan kepada Pramoedya.id, Jumat (9/1/2026).
Kepercayaan pusat ini akan diwujudkan dalam bentuk pembangunan ekosistem industri terpadu di kawasan Trikora, Tanjung Bintang, Lampung Selatan. Di sana, melalui kolaborasi Danaantara dengan PTPN 7, akan dibangun fasilitas mulai dari pabrik pakan, produksi bibit ayam (DOC), hingga rumah potong unggas modern yang selama ini sangat dibutuhkan daerah.
“Tadinya direncanakan tanggal 7 Januari, namun diundur ke minggu ketiga Januari agar bisa dilakukan groundbreaking serentak di 13 provinsi tersebut. Meskipun investasinya melalui skema holding company PTPN, tapi manfaatnya sepenuhnya untuk Provinsi Lampung karena kita memang sangat butuh rumah potong dan cold storage sendiri,” tambah Lili.
Langkah ini diharapkan menjadi jawaban bagi para peternak lokal yang selama ini sering mengeluhkan fluktuasi biaya produksi. Dengan adanya fasilitas terpadu di tanah sendiri, Lampung tidak lagi hanya menjadi penyedia ternak mentah, melainkan pusat industri yang berdaya saing tinggi di level nasional.
Ke-13 Provinsi tersebut, tambah Lili, Aceh, Riau, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua Selatan, dan Jawa Timur.
“Nah Lampung termasuk salah satunya. Ini kesempatan besar. Kita masuk dalam tahap pertama program ini bersama provinsi besar lainnya karena kita punya potensi yang tidak bisa dipandang sebelah mata,” tutupnya. (*)







