Sengkarut Buku Budaya Lampung, Perpusda Gelar Bimtek

- Editor

Senin, 14 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perpusda Lampung Gelar Bimtek. Foto: Luki

Perpusda Lampung Gelar Bimtek. Foto: Luki

Pramoedya.id: Kekayaan budaya Lampung terancam tinggal cerita. Dari ribuan buku yang berjajar, hanya segelintir yang menyoal khazanah lokal daerah ini.

Sebuah ironi yang coba dijawab Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusda) Provinsi Lampung lewat bimbingan teknis (bimtek) kepenulisan berbasis konten budaya lokal yang digelar, Senin (14/7/2025)

Berlangsung di gedung Perpusda Lampung, bimtek tersebut menyasar mahasiswa, pelajar, pegiat literasi, hingga masyarakat umum.

Kepala Perpusda Lampung, Risky Sofyan, mengakui sengkarut minimnya dokumentasi budaya lokal.

“Dua tahun lalu ketika saya baru bergabung di Dinas Perpusda Lampung. Saya mengumpulkan teman di bidang deposit untuk mengumpulkan buku berbasis lokal. Hasilnya? Tidak sampai 10 judul,” ungkap Risky.

Perbandingan yang jauh panggang dari api jika melihat koleksi umum Perpusda, yang di antaranya terdapat 87.000 buku.

“Kekinian sudah lumayan. Tapi buku budaya lokalnya masih hanya 10 persen dari itu,” katanya.

Fakta tersebut menjadi dasar utama fokus bimtek kali ini, pengembangan teknis menulis berbasis budaya lokal.

Risky menegaskan, adalah sebuah “kedurhakaan” bagi warga Lampung asli jika tak berkontribusi mengembangkan budayanya sendiri.

Ia menyoroti langkanya penulis asli Lampung yang serius menggarap isu ini. Justru, banyak karya tentang Lampung yang lahir dari pena penulis yang tidak memiliki darah Lampung.

“Ayo kita tulis, meskipun hanya selembar dua lembar. Karena jika tidak, anak cucu kita akan kehilangan arah dan budaya,” Risky memperingatkan.

Ia bahkan menyebut pernah membaca tulisan yang keliru menafsirkan budaya “sengiri,” sebuah bukti nyata betapa rentannya pengetahuan lokal jika tak dibukukan secara akurat dan sahih.

Bimtek ini, harap Risky, bisa menjadi pemicu lahirnya lebih banyak karya yang mendokumentasikan dan melestarikan warisan budaya Lampung.

“Jangan sampai anak cucu kita kehilangan jejak budaya Lampung. Itulah sebabnya kita mesti menulis,” tutupnya. (*)

Berita Terkait

FORMMASI Laporkan Dugaan Korupsi PU Balam Senilai Miliaran ke KPK
Pemprov Lampung Raih Peringkat I TPID
Peringati HUT ke-81 PMI, Batin Wulan Dorong Penguatan Kolaborasi
Gubernur Lampung Pimpin Apel Pramuka ke-65, Dorong Ketahanan Pangan
Dua Calon Ketua SMSI Bandar Lampung Siap Beradu Visi Misi
Persiapan Porwanas 2027, Tim Minisoccer PWI Lampung Patok Target Lolos Final
Sentil Layanan RSUD Abdul Moeloek, Gubernur Lampung Minta Pasien Tak Lagi Diabaikan
Diduga Gelapkan Uang Investasi Rp4,6 Miliar, Anggota DPR Komisi III Fraksi PKB dilaporkan ke MKD

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 18:33 WIB

FORMMASI Laporkan Dugaan Korupsi PU Balam Senilai Miliaran ke KPK

Kamis, 24 September 2026 - 18:26 WIB

Pemprov Lampung Raih Peringkat I TPID

Kamis, 24 September 2026 - 18:23 WIB

Peringati HUT ke-81 PMI, Batin Wulan Dorong Penguatan Kolaborasi

Selasa, 22 September 2026 - 16:54 WIB

Gubernur Lampung Pimpin Apel Pramuka ke-65, Dorong Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 - 18:03 WIB

Dua Calon Ketua SMSI Bandar Lampung Siap Beradu Visi Misi

Berita Terbaru

Bandarlampung

FORMMASI Laporkan Dugaan Korupsi PU Balam Senilai Miliaran ke KPK

Kamis, 24 Sep 2026 - 18:33 WIB

Lampung

Pemprov Lampung Raih Peringkat I TPID

Kamis, 24 Sep 2026 - 18:26 WIB

Foto: Ist

Bandarlampung

Dua Calon Ketua SMSI Bandar Lampung Siap Beradu Visi Misi

Kamis, 17 Sep 2026 - 18:03 WIB