PMII Blak-blakan Soal ‘Dosa’ Zulhas

- Editor

Sabtu, 10 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Cabang PMII Bandar Lampung, Dapid Novian Mastur. Foto: Luki

Ketua Cabang PMII Bandar Lampung, Dapid Novian Mastur. Foto: Luki

Pramoedya.id: Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bandar Lampung blak-blakan soal ‘dosa’ Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), atas polemik singkong di Lampung.

Ketua Cabang PMII Bandar Lampung, Dapid Novian Mastur, menegaskan bahwa pihaknya selalu bergerak berdasarkan kajian. Rantai kebijakan menyoal polemik singkong, perlu jadi perhatian khusus pemerintah lantaran menyangkut kehidupan ribuan petani yang harus menghidupi keluarganya.

“Masalah ini tidak datang tiba-tiba. Ada sebab-musababnya. Dan ujungnya, kami temukan Zulhas berada pada posisi kunci,” ujar Dapid saat ditemui tim Pramoedya.id pada Sabtu (10/5/2025).

Menurut dia, penderitaan petani singkong bermula dari dibukanya keran impor singkong dan tapioka sejak awal 2024, kala itu Zulhas masih menjabat sebagai Menteri Perdagangan. Alhasil, sejumlah pabrik di Lampung mulai mendatangkan singkong dari luar negeri karena harganya lebih murah.

“Ini pukulan telak bagi petani. Singkong lokal tak laku, harga anjlok. Di banyak titik, harga tinggal Rp700 per kilogram. Padahal ongkos tanamnya tinggi, modalnya dari pinjaman,” jelas Dapid.

Ia menilai ada pola sistematis pengabaian terhadap jeritan petani. Dalam kajiannya, kebijakan impor singkong yang dimulai saat Zulkifli Hasan menjabat Menteri Perdagangan (2022–2024) telah menempatkan petani dalam posisi paling rentan. Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa pada Januari–November 2024, volume impor singkong meningkat lebih dari sembilan kali lipat secara tahunan menjadi 5.548 ton, dengan nilai mencapai sekitar Rp26,76 miliar. Mayoritas impor ini berasal dari Vietnam. Lonjakan impor ini, menyebabkan harga singkong domestik tertekan, sehingga memicu protes dari petani lokal.

“Zulhas punya semua kewenangan. Tapi tak sekalipun ia gunakan itu untuk melindungi petani, bahkan di tanah kelahirannya sendiri. Ia mengaku putra Lampung, tapi yang dia ambil cuma suaranya. Rakyatnya sendiri dibiarkan remuk,” kata Dapid.

Sekarang, lanjut Dapid, di dalam struktur pemerintahan, kebijakan impor pangan berada di bawah koordinasi Menteri Koordinator Bidang Pangan, jabatan yang kini dipegang oleh Zulkifli Hasan (kementerian baru di dalam kabinet Presiden Prabowo). Ia menilai, sebagai Menko Pangan, Zulkifli Hasan memiliki kewenangan yang lebih strategis untuk menutup pintu impor jika dinilai merugikan petani lokal.

“Zulkifli Hasan bisa menutup pintu itu. Tapi dia diam. Bahkan setelah Pemprov Lampung bersurat resmi, dia tetap diam,” tegas Dapid.

PMII mencatat bahwa pada Januari 2025, Pj Gubernur Lampung, Samsudin, telah melayangkan surat ke Kemenko Pangan, meminta penghentian impor singkong karena menyebabkan kerugian di tingkat petani. Namun hingga kini, surat tersebut tidak direspon dalam bentuk aturan.

Langkah Lokal tak Cukup

PMII Bandar Lampung juga menyoroti respon Pemerintah Provinsi Lampung yang dinilai masih terbatas. Pada 5 Mei 2025, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menerbitkan Instruksi Gubernur Nomor 2 Tahun 2025 yang menetapkan harga dasar pembelian singkong sebesar Rp1.350 per kilogram, dengan potongan maksimal 30 persen tanpa memperhitungkan kadar aci.

“Langkah ini progresif, tapi tidak cukup. Banyak pabrik melawan instruksi tersebut. Mereka lebih memilih tutup atau ambil pasokan dari luar. Karena instruksi itu tak punya kekuatan hukum di tingkat nasional,” kata Dapid.

Menurut Dapid, justru di sinilah letak pentingnya peran Menko Pangan. Zulkifli Hasan bisa saja mengambil langkah konkret seperti, menghentikan atau membatasi impor singkong bila produksi dalam negeri mencukupi.

“Kemudian, menaikkan tarif bea masuk untuk melindungi produk lokal, menerapkan sistem kuota impor sesuai kebutuhan nyata pasar. Lalu membangun cadangan pangan singkong nasional untuk stabilisasi harga,” paparnya.

Peran Ganda Zulhas

PMII juga menyoroti posisi ganda Zulhas, selain sebagai Menko Pangan, ia juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), partai yang punya basis elektoral besar di Lampung. Bahkan anak dan menantunya kini memiliki jabatan politik yang terbilang strategis.

“Mereka dipilih oleh rakyat Lampung. Tapi saat rakyatnya menderita, tak ada satu pun yang bersuara. Ini bentuk pengkhianatan terhadap suara rakyat,” ujar Dapid.

Mengapa PAN?

Karena semua upaya formal tidak digubris, PMII menyatakan akan mengambil langkah gerakan jalanan. Mereka akan mengkonsolidasi massa dalam jumlah besar untuk menggelar aksi di kantor PAN Lampung sebagai bentuk protes langsung terhadap peran Zulhas.

“Kami akan duduki kantor PAN. Ini bukan sekadar aksi simbolik. Ini kemarahan rakyat. Jika Zulhas terus abai, maka rakyat Lampung berhak marah dan menuntut. Langkah ini harus diambil agar jeritan ribuan petani Lampung bisa langsung didengar oleh Zulhas yang notabene merupakan Menko Pangan sekaligus Ketua Umum PAN,” tutup Dapid. (*)

Berita Terkait

Gubernur Sambut Lampung Tuan Rumah HPN dan PORWANAS 2027
Sekretaris DPRD Lampung Dukung Penuh Turnamen Minisoccer IJP FC
Walikota Pertanyakan Sikap Pemprov Usai Izin SMA Siger Ditolak
Skandal Jam KBM dan Aset, Izin SMA Siger Gagal Terbit
Lampung, Lumbung Pangan yang Terlalu Besar untuk Tekor
Asroni Paslah: Verifikasi SMA Siger Jangan Sekadar Formalitas
BRI Dukung Program Pemerintah Melalui KUR
BRI BalamGandeng Agung Podomoro

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 15:27 WIB

Gubernur Sambut Lampung Tuan Rumah HPN dan PORWANAS 2027

Minggu, 8 Februari 2026 - 19:11 WIB

Sekretaris DPRD Lampung Dukung Penuh Turnamen Minisoccer IJP FC

Kamis, 5 Februari 2026 - 20:55 WIB

Walikota Pertanyakan Sikap Pemprov Usai Izin SMA Siger Ditolak

Selasa, 3 Februari 2026 - 16:44 WIB

Skandal Jam KBM dan Aset, Izin SMA Siger Gagal Terbit

Senin, 2 Februari 2026 - 20:07 WIB

Asroni Paslah: Verifikasi SMA Siger Jangan Sekadar Formalitas

Berita Terbaru

Lampung

Gubernur Sambut Lampung Tuan Rumah HPN dan PORWANAS 2027

Senin, 9 Feb 2026 - 15:27 WIB

Foto: Ilustrasi

Bandarlampung

Walikota Pertanyakan Sikap Pemprov Usai Izin SMA Siger Ditolak

Kamis, 5 Feb 2026 - 20:55 WIB

Foto: ilustrasi

Perspektif

Orang-Orang yang Selalu Sibuk, Tapi Tidak Pernah Selesai

Kamis, 5 Feb 2026 - 06:33 WIB

Kepala Disdikbud Provinsi Lampung, Thomas Amirico. Foto: BukanAgus

Bandarlampung

Skandal Jam KBM dan Aset, Izin SMA Siger Gagal Terbit

Selasa, 3 Feb 2026 - 16:44 WIB