Cegah Pekerja Anak, Pemprov Lampung Perketat Pengawasan

- Editor

Minggu, 23 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pekerja anak. Foto: Pramoedya.id

Ilustrasi pekerja anak. Foto: Pramoedya.id

Pramoedya.id: Pemerintah Provinsi Lampung terus memperketat pengawasan di berbagai sektor usaha guna mencegah praktik pekerja anak. Fokus utama pengawasan adalah sektor informal, yang dinilai masih rawan mempekerjakan anak di bawah umur.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Lampung, Fitrianita Damhuri, mengatakan pemerintah daerah telah membentuk gugus tugas khusus bersama dinas tenaga kerja untuk menangani persoalan ini.

“Untuk pencegahan pekerja anak, kami akan selalu melakukan pengawasan melalui kerja sama dengan dinas tenaga kerja,” kata dia, Minggu (23/3/2025).

Pengawasan dilakukan secara berjenjang di perusahaan-perusahaan dengan melibatkan pengawas ketenagakerjaan serta dinas terkait. Fitrianita menyebut, sektor formal sudah memiliki regulasi ketat dan rutin melaporkan kondisi tenaga kerja mereka, sehingga hampir tidak ditemukan pekerja anak.

Namun, kondisi berbeda terjadi di sektor informal. Fitrianita menyoroti masih banyak anak yang bekerja di ladang, menjadi buruh harian, atau membantu orang tua di sektor perikanan.

“Yang rawan ada di sektor pertanian, buruh, dan nelayan. Banyak anak yang membantu di ladang atau bekerja sebagai buruh lepas. Ini yang akan terus kita sosialisasikan ke masyarakat dan sekolah,” tambahnya.

Pemerintah daerah berupaya menekan angka pekerja anak melalui edukasi dan sosialisasi di sekolah serta komunitas lokal. Fitrianita menegaskan bahwa upaya ini tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi harus melibatkan orang tua, sekolah, lingkungan, serta tokoh agama dan pelaku usaha.

“Kami akan membangun sinergi dengan sekolah, orang tua, lingkungan, dan perusahaan agar pekerja anak bisa dicegah. Pemenuhan hak anak dan pemberdayaan perempuan juga harus lebih baik,” tutupnya. (*) 

 

 

Berita Terkait

FORMMASI Laporkan Dugaan Korupsi PU Balam Senilai Miliaran ke KPK
Pemprov Lampung Raih Peringkat I TPID
Peringati HUT ke-81 PMI, Batin Wulan Dorong Penguatan Kolaborasi
Gubernur Lampung Pimpin Apel Pramuka ke-65, Dorong Ketahanan Pangan
Dua Calon Ketua SMSI Bandar Lampung Siap Beradu Visi Misi
Persiapan Porwanas 2027, Tim Minisoccer PWI Lampung Patok Target Lolos Final
Sentil Layanan RSUD Abdul Moeloek, Gubernur Lampung Minta Pasien Tak Lagi Diabaikan
Diduga Gelapkan Uang Investasi Rp4,6 Miliar, Anggota DPR Komisi III Fraksi PKB dilaporkan ke MKD
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 18:33 WIB

FORMMASI Laporkan Dugaan Korupsi PU Balam Senilai Miliaran ke KPK

Kamis, 24 September 2026 - 18:26 WIB

Pemprov Lampung Raih Peringkat I TPID

Kamis, 24 September 2026 - 18:23 WIB

Peringati HUT ke-81 PMI, Batin Wulan Dorong Penguatan Kolaborasi

Selasa, 22 September 2026 - 16:54 WIB

Gubernur Lampung Pimpin Apel Pramuka ke-65, Dorong Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 - 18:03 WIB

Dua Calon Ketua SMSI Bandar Lampung Siap Beradu Visi Misi

Berita Terbaru

Bandarlampung

FORMMASI Laporkan Dugaan Korupsi PU Balam Senilai Miliaran ke KPK

Kamis, 24 Sep 2026 - 18:33 WIB

Lampung

Pemprov Lampung Raih Peringkat I TPID

Kamis, 24 Sep 2026 - 18:26 WIB

Foto: Ist

Bandarlampung

Dua Calon Ketua SMSI Bandar Lampung Siap Beradu Visi Misi

Kamis, 17 Sep 2026 - 18:03 WIB