Nelayan Lampung Sulit Akses Pasar, Pemprov Siapkan Skema Bantuan

- Editor

Minggu, 23 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, ketika memberikan sambutan. Foto: Diskominfotik Lampung.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, ketika memberikan sambutan. Foto: Diskominfotik Lampung.

Promoedya.id: Nelayan kecil di Lampung masih menghadapi keterbatasan dalam mengakses pasar dan teknologi perikanan. Pemerintah Provinsi Lampung menyiapkan skema bantuan, termasuk pembangunan infrastruktur dan kerja sama internasional, untuk mengatasi persoalan ini.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mengatakan nelayan kecil perlu mendapat dukungan lebih agar bisa meningkatkan daya saing. Selama ini, mereka masih bergantung pada hasil tangkapan harian tanpa akses yang memadai terhadap teknologi, pembiayaan, dan distribusi.

“Kita ingin nelayan kecil bisa naik kelas, tidak hanya menjual ikan mentah tetapi juga memiliki akses ke teknologi pengolahan dan pasar yang lebih luas,” kata Mirza melalui pernyataan persnya, Minggu (23/3/2025).

Untuk mendukung itu, Pemprov Lampung akan membangun sistem pemasaran digital agar hasil tangkapan nelayan bisa dijual langsung ke konsumen atau industri, tanpa melalui tengkulak.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan perizinan kapal yang lebih mudah serta pembangunan pom bensin khusus nelayan di pelabuhan. Menurut Mirza, modernisasi infrastruktur perikanan perlu dipercepat agar nelayan bisa lebih efisien dalam berproduksi.

Di tengah upaya meningkatkan daya saing nelayan, perairan Lampung masih menghadapi ancaman illegal fishing dan eksploitasi berlebihan.

Mirza menyebut praktik penangkapan ikan ilegal merugikan nelayan lokal dan mengancam ekosistem laut.

Pemerintah akan menggandeng aparat keamanan untuk meningkatkan patroli laut dan memperketat regulasi agar jumlah kapal serta hasil tangkapan bisa dikendalikan sesuai daya dukung ekosistem.

Ke depan, sambungnya, Pemprov Lampung juga akan menggandeng negara mitra melalui Program Sister City untuk berbagi pengalaman dalam pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan. Jepang dan Norwegia disebut sebagai dua negara dengan sistem perikanan maju yang bisa menjadi acuan bagi Lampung.

“Kita tidak bisa hanya mengejar produksi tanpa memperhatikan keseimbangan ekosistem. Jika dikelola dengan baik, sektor kelautan bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi jangka panjang,” tutupnya. (*)

Berita Terkait

Gubernur Sambut Lampung Tuan Rumah HPN dan PORWANAS 2027
Sekretaris DPRD Lampung Dukung Penuh Turnamen Minisoccer IJP FC
Walikota Pertanyakan Sikap Pemprov Usai Izin SMA Siger Ditolak
Skandal Jam KBM dan Aset, Izin SMA Siger Gagal Terbit
Lampung, Lumbung Pangan yang Terlalu Besar untuk Tekor
Asroni Paslah: Verifikasi SMA Siger Jangan Sekadar Formalitas
BRI Dukung Program Pemerintah Melalui KUR
BRI BalamGandeng Agung Podomoro
Tag :

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 15:27 WIB

Gubernur Sambut Lampung Tuan Rumah HPN dan PORWANAS 2027

Minggu, 8 Februari 2026 - 19:11 WIB

Sekretaris DPRD Lampung Dukung Penuh Turnamen Minisoccer IJP FC

Kamis, 5 Februari 2026 - 20:55 WIB

Walikota Pertanyakan Sikap Pemprov Usai Izin SMA Siger Ditolak

Selasa, 3 Februari 2026 - 16:44 WIB

Skandal Jam KBM dan Aset, Izin SMA Siger Gagal Terbit

Senin, 2 Februari 2026 - 20:07 WIB

Asroni Paslah: Verifikasi SMA Siger Jangan Sekadar Formalitas

Berita Terbaru

Lampung

Gubernur Sambut Lampung Tuan Rumah HPN dan PORWANAS 2027

Senin, 9 Feb 2026 - 15:27 WIB

Foto: Ilustrasi

Bandarlampung

Walikota Pertanyakan Sikap Pemprov Usai Izin SMA Siger Ditolak

Kamis, 5 Feb 2026 - 20:55 WIB

Foto: ilustrasi

Perspektif

Orang-Orang yang Selalu Sibuk, Tapi Tidak Pernah Selesai

Kamis, 5 Feb 2026 - 06:33 WIB

Kepala Disdikbud Provinsi Lampung, Thomas Amirico. Foto: BukanAgus

Bandarlampung

Skandal Jam KBM dan Aset, Izin SMA Siger Gagal Terbit

Selasa, 3 Feb 2026 - 16:44 WIB