Pramoedya.id: Masalah gizi buruk dan ancaman stunting menjadi sorotan utama dalam kunjungan kerja Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung ke Kota Metro pada Sabtu, 28 Februari 2026. Dalam tinjauan langsung ke sejumlah kecamatan, Ketua TP PKK Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, menekankan pentingnya perubahan pola makan di tingkat keluarga untuk menekan angka stunting.
Saat berdialog dengan warga di Kelurahan Hadimulyo Barat, perempuan yang akrab disapa Batin Wulan ini menemukan kasus anak berisiko stunting. Ia pun mengimbau para orang tua untuk lebih selektif dalam memberikan asupan makanan kepada anak-anak mereka.
“Pemenuhan gizi anak perlu menjadi perhatian kita bersama agar pertumbuhan mereka berjalan optimal. Berat badan harus sesuai dengan usianya,” ujar Purnama Wulan Sari Mirza di hadapan para ibu penerima manfaat.
Ia secara khusus menyoroti kebiasaan orang tua yang sering memberikan makanan instan atau camilan rendah gizi. “Tolong kurangi pemberian makanan manis atau jajanan yang kurang sehat. Berikan makanan bergizi seperti telur dan susu. Kalau anak tidak menyukai susu, kebutuhan protein tetap bisa dipenuhi dari sumber lain seperti telur,” jelasnya.
Selain memberikan edukasi, PKK Lampung bersama Baznas menyalurkan bantuan khusus berupa susu dan telur untuk keluarga berisiko stunting. Langkah ini merupakan bagian dari percepatan penurunan angka stunting di Bumi Ruwa Jurai yang ditargetkan melandai secara signifikan pada tahun ini. Ketua TP PKK Kota Metro, Eni Sumiyati Bambang, turut mendampingi dalam distribusi bantuan gizi tersebut untuk memastikan sasaran bantuan tepat guna. (*)







