Bandar Lampung Expo Catat Transaksi Rp3,1 Miliar

- Editor

Sabtu, 25 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perputaran uang selama Bandar Lampung Expo 2026 menembus Rp3,1 miliar. Nilai transaksi tersebut meningkat sekitar Rp700 juta dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya yang mencatatkan Rp2,4 miliar.

Pramoedya.id: Bandar Lampung Expo 2026 tak hanya menjadi panggung perayaan Hari Ulang Tahun ke-344 Kota Bandar Lampung. Selama delapan hari penyelenggaraan, kegiatan tersebut juga menggerakkan transaksi miliaran rupiah dari penjualan kuliner, produk usaha mikro, kecil, dan menengah, serta aktivitas di seluruh stan peserta.

Ketua Panitia Bandar Lampung Expo 2026, Erwin, mengatakan perputaran uang selama kegiatan berlangsung mencapai Rp3,1 miliar. Capaian itu melampaui transaksi pada expo tahun sebelumnya sebesar Rp2,4 miliar.

“Perputaran uang selama delapan hari mencapai Rp3,1 miliar. Angka ini berasal dari kuliner, produk UMKM, serta seluruh aktivitas di stan,” kata Erwin setelah penutupan Bandar Lampung Expo di Graha Mandala, Jumat malam (24/7/2026).

Menurut Erwin, peningkatan transaksi sebesar Rp700 juta menunjukkan target ekonomi yang ditetapkan panitia dapat tercapai. Kenaikan itu juga memperlihatkan besarnya peran kegiatan pemerintah dalam membuka pasar sementara bagi pelaku usaha lokal.

Bandar Lampung Expo tahun ini melibatkan 50 tenant UMKM. Selama delapan hari, para pelaku usaha tersebut memperoleh ruang untuk menjual sekaligus memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat yang datang ke lokasi pameran.

Kehadiran pengunjung memberikan dampak langsung terhadap penjualan produk kuliner dan berbagai barang produksi UMKM. Expo pun menjadi tempat bagi pelaku usaha untuk menjangkau konsumen baru di luar pasar yang selama ini mereka layani.

Erwin mengatakan kegiatan itu dirancang bukan semata-mata sebagai tempat memamerkan program pembangunan pemerintah daerah. Expo juga diharapkan menjadi instrumen promosi dan perluasan pasar bagi pelaku usaha kecil.

“Selain menjadi ajang promosi pembangunan daerah, kegiatan tersebut juga memberikan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan pendapatan,” ujarnya.

Selain 50 tenant UMKM, sebanyak 41 stan instansi pemerintah turut meramaikan pameran. Perangkat daerah tidak hanya menampilkan program dan inovasi, tetapi juga membawa sejumlah pelayanan langsung kepada masyarakat.

Pelayanan itu antara lain meliputi pengurusan administrasi kependudukan, pemeriksaan kesehatan, dan konsultasi hukum. Pengunjung dapat memperoleh informasi sekaligus mengakses layanan pemerintah tanpa harus mendatangi kantor instansi masing-masing.

Konsep tersebut membuat expo memiliki dua fungsi sekaligus. Di satu sisi, kegiatan ini menjadi pasar bagi UMKM. Di sisi lain, pameran menjadi ruang yang mempertemukan masyarakat dengan berbagai pelayanan pemerintah dalam satu kawasan.

Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, mengatakan masyarakat menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung. Ribuan pengunjung tidak hanya mendatangi stan kuliner dan UMKM, tetapi juga memanfaatkan layanan publik yang tersedia.

“Selama beberapa hari pelaksanaan Bandar Lampung Expo, kita telah menyaksikan antusiasme masyarakat yang luar biasa,” kata Eva.

Menurut dia, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan seluruh perangkat daerah ikut memanfaatkan expo untuk memperkenalkan inovasi pelayanan, produk unggulan, serta potensi investasi yang dimiliki Kota Bandar Lampung.

Pameran tersebut sekaligus menjadi sarana bagi pemerintah kota untuk memperlihatkan hasil pembangunan dan mendekatkan pelayanan kepada warga. Masyarakat dapat mengetahui program pemerintah tanpa harus mengikuti kegiatan formal di kantor pemerintahan.

Di luar aktivitas ekonomi dan pelayanan publik, Bandar Lampung Expo 2026 juga diisi dengan sejumlah kegiatan kebudayaan. Rangkaian acaranya meliputi pawai mobil hias, pawai budaya, lomba memasak makanan khas Lampung, hingga perlombaan membuat kue tradisional.

Eva menilai kegiatan-kegiatan tersebut turut membangkitkan kecintaan masyarakat terhadap kebudayaan lokal. Perayaan hari jadi kota, menurut dia, tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi ruang untuk mengenalkan kembali kekayaan budaya Lampung.

Pemerintah Kota Bandar Lampung berharap peningkatan transaksi selama expo tidak berhenti sebagai capaian sesaat. Ajang serupa perlu terus dikembangkan agar mampu memberikan dampak lebih luas terhadap penjualan UMKM, peluang usaha, dan penciptaan lapangan kerja.

Eva juga menyampaikan apresiasi kepada Forkopimda, perangkat daerah, penyelenggara, peserta pameran, pelaku UMKM, serta masyarakat yang terlibat dalam penyelenggaraan Bandar Lampung Expo 2026.

“Semoga seluruh capaian ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperluas peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, serta menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat,” urainya.

Ia mengatakan Bandar Lampung harus terus tumbuh sebagai kota yang maju, modern, inklusif, dan memiliki daya saing. Penyelenggaraan expo diharapkan menjadi salah satu langkah untuk mempertemukan promosi pembangunan, pelayanan pemerintah, pelestarian budaya, dan penguatan ekonomi masyarakat dalam satu kegiatan. (*)

 

Berita Terkait

Diduga Terjadi Pelangsiran Solar Subsidi di SPBU ZA Pagar Alam, Aparat Diminta Bertindak
Nilai Festival Krakatau 2026 Terlalu Seremonial, Klasika Lampung Minta Aspek Edukasi Diperkuat
Didukung Komisi X DPR RI, PWI Lampung Mantapkan Persiapan HPN dan Porwanas 2027
Kasus Febrie Adriansyah, AMPL Unjuk Rasa di Kejati Lampung
IKWI Lampung Sabet Juara Dua Fashion Show Nasional
Jurus Gubernur Mirza Tekan Pengangguran di Lampung
Lulusan SMK Lampung Dites Ketat Demi Tembus Kerja di Jepang
Sabet Penghargaan Nasional, Pemprov Lampung Dorong Ekosistem Ekonomi Syariah Lebih Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 01:35 WIB

Bandar Lampung Expo Catat Transaksi Rp3,1 Miliar

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:34 WIB

Diduga Terjadi Pelangsiran Solar Subsidi di SPBU ZA Pagar Alam, Aparat Diminta Bertindak

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:16 WIB

Nilai Festival Krakatau 2026 Terlalu Seremonial, Klasika Lampung Minta Aspek Edukasi Diperkuat

Rabu, 22 Juli 2026 - 17:36 WIB

Didukung Komisi X DPR RI, PWI Lampung Mantapkan Persiapan HPN dan Porwanas 2027

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:26 WIB

Kasus Febrie Adriansyah, AMPL Unjuk Rasa di Kejati Lampung

Berita Terbaru

Lampung

Bandar Lampung Expo Catat Transaksi Rp3,1 Miliar

Sabtu, 25 Jul 2026 - 01:35 WIB

Lampung

Kasus Febrie Adriansyah, AMPL Unjuk Rasa di Kejati Lampung

Rabu, 22 Jul 2026 - 15:26 WIB