Kadisdikbud Lampung Ungkap Rapor Merah Sains dan Matematika Siswa

- Editor

Kamis, 13 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pramoedya.id: Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menyampaikan kritik tajam terkait peta mutu pendidikan di wilayahnya. Di hadapan ribuan mahasiswa baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila), Thomas mengingatkan bahwa profesi pendidik tidak bisa lagi dijalankan dengan pola-pola konvensional.

“Saya mengajak kalian sebagai calon pendidik untuk berpikir dari sekarang. Bagaimana nanti meningkatkan mutu pendidikan di Provinsi Lampung? Ingat, di sekolah itu tidak ada Google Maps,” kata Thomas saat mengisi materi Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) di Gedung Serba Guna Unila, Kamis (13/8/2026).

Melalui analogi tersebut, Thomas menekankan bahwa tidak ada petunjuk jalan instan dalam memecahkan persoalan belajar siswa di kelas. Guru dituntut untuk mampu memetakan potensi dan menganalisis rekam jejak akademik siswa secara mandiri.

Thomas tak segan membeberkan hasil kajian internal Disdikbud Lampung yang menunjukkan masih rendahnya penguasaan siswa pada mata pelajaran eksakta.

“Hasil kajian kami, Lampung itu masih lemah di matematika dan IPA. Jadi, kalau ada sekolah mengklaim dirinya sekolah unggulan, dua mata pelajaran itu wajib hukumnya kuat,” ujar Thomas.

Untuk menambal celah tersebut, Disdikbud Lampung tengah menyiapkan roadmap pemantauan rekam jejak akademik siswa secara berkala dari kelas 10 hingga 12. Mahasiswa FKIP, khususnya jurusan sains dan matematika, didesak merancang metode pembelajaran inovatif agar siswa tak lagi menganggap rumit mata pelajaran eksakta.

Thomas mencontohkan SMAN 14 Bandar Lampung yang memanfaatkan tim percepatan pembelajaran serta keberadaan sembilan guru matematika produktif. Strategi tersebut mendongkrak angka kelulusan siswa masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) hingga mencapai 100 persen (284 siswa) pada 2026.

Capaian serupa dicatatkan SMAN 1 Tegineneng, Lampung Selatan, yang meloloskan 99,42 persen lulusannya ke PTN lewat orkestrasi guru penggerak. Kedua sekolah ini mengadopsi teknologi Information Technology Reset (ITR) dan pemantauan Quick Check untuk mengukur passing grade siswa secara terukur.

Menurut Thomas, integrasi teknologi informasi dan digitalisasi pembelajaran kini menjadi syarat mutlak bagi calon guru agar ekosistem pendidikan di Lampung tidak ketinggalan zaman. (*)

 

Berita Terkait

FORMMASI Laporkan Dugaan Korupsi PU Balam Senilai Miliaran ke KPK
Pemprov Lampung Raih Peringkat I TPID
Peringati HUT ke-81 PMI, Batin Wulan Dorong Penguatan Kolaborasi
Gubernur Lampung Pimpin Apel Pramuka ke-65, Dorong Ketahanan Pangan
Dua Calon Ketua SMSI Bandar Lampung Siap Beradu Visi Misi
Persiapan Porwanas 2027, Tim Minisoccer PWI Lampung Patok Target Lolos Final
Sentil Layanan RSUD Abdul Moeloek, Gubernur Lampung Minta Pasien Tak Lagi Diabaikan
Diduga Gelapkan Uang Investasi Rp4,6 Miliar, Anggota DPR Komisi III Fraksi PKB dilaporkan ke MKD

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 18:33 WIB

FORMMASI Laporkan Dugaan Korupsi PU Balam Senilai Miliaran ke KPK

Kamis, 24 September 2026 - 18:26 WIB

Pemprov Lampung Raih Peringkat I TPID

Kamis, 24 September 2026 - 18:23 WIB

Peringati HUT ke-81 PMI, Batin Wulan Dorong Penguatan Kolaborasi

Selasa, 22 September 2026 - 16:54 WIB

Gubernur Lampung Pimpin Apel Pramuka ke-65, Dorong Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 - 18:03 WIB

Dua Calon Ketua SMSI Bandar Lampung Siap Beradu Visi Misi

Berita Terbaru

Bandarlampung

FORMMASI Laporkan Dugaan Korupsi PU Balam Senilai Miliaran ke KPK

Kamis, 24 Sep 2026 - 18:33 WIB

Lampung

Pemprov Lampung Raih Peringkat I TPID

Kamis, 24 Sep 2026 - 18:26 WIB

Foto: Ist

Bandarlampung

Dua Calon Ketua SMSI Bandar Lampung Siap Beradu Visi Misi

Kamis, 17 Sep 2026 - 18:03 WIB