Pramoedya.id: Universitas Tulang Bawang (UTB) Lampung menandatangani kesepakatan bersama (MoU) dengan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat pada Senin (3/8/2026). Kerjasama ini digagas untuk memperkuat keterlibatan akademisi dalam pembangunan daerah melalui riset, pengabdian masyarakat, dan pengembangan sumber daya manusia.
Rektor UTB Lampung, Sarono, menyatakan perguruan tinggi harus keluar dari menara gading dan terlibat langsung dalam menyelesaikan persoalan riil di daerah.
“Kampus tidak boleh hanya menjadi pusat pembelajaran dan penelitian, tetapi juga harus hadir memberikan solusi atas berbagai kebutuhan pembangunan daerah,” kata Sarono melalui keterangan tertulis, Rabu (5/8/2026).
Sarono menambahkan, integrasi antara riset akademis dan kebijakan pemerintah daerah merupakan kunci dalam mengoptimalkan potensi lokal secara berkelanjutan. Melalui kemitraan ini, hasil riset dosen dan mahasiswa diharapkan dapat diterapkan langsung di Pesisir Barat.
“Pembangunan daerah akan semakin kuat apabila didukung oleh kolaborasi yang erat antara akademisi dan pemerintah. UTB Lampung siap menjadi mitra strategis,” tambahnya.
Sinergi ini mencakup pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang melibatkan sejumlah pimpinan fakultas dan program studi dari Fakultas Hukum serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UTB Lampung.
Sejumlah perwakilan kampus yang hadir dalam penandatanganan tersebut di antaranya Dekan Fakultas Hukum Ahadi Fajrin Prasetya, Dekan FISIP Rosidah, Kepala Biro Kerja Sama Budi Raharjo, serta para ketua program studi dari Administrasi Publik, Ilmu Komunikasi, dan Administrasi Bisnis.(*)







