Pramoedya.id: Pemerintah Provinsi Lampung di bawah kepemimpinan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela terus mematangkan jurus pamungkas untuk menekan angka pengangguran terbuka. Lewat Program Kelas Migran Vokasi 2026/2027, para lulusan SMA/SMK disiapkan menembus pasar kerja global secara legal.
Tak sekadar membuka peluang, Pemprov Lampung menjamin masalah finansial tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak daerah yang berpotensi dan punya motivasi tinggi.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa negara hadir untuk membukakan jalan bagi generasi muda agar memiliki daya saing internasional dan memperbaiki taraf hidup keluarga.
“Tugas pemerintah adalah hadir menyediakan kesempatan. Dengan komitmen dan kerja keras bersama, Lampung dapat menjadi pelopor nasional dalam melahirkan SDM migran berkualitas tinggi, mandiri, dan siap membangun daerah di masa depan,” ujar Rahmat Mirzani Djausal, Selasa (21/7/2026).
Gubernur Mirza memastikan, Pemprov Lampung menjamin seluruh siswa berpotensi dapat mengikuti program pembekalan bahasa hingga keterampilan ini tanpa terganjal kendala biaya di tahap awal.
“Melalui program tersebut, lulusan SMA/SMK diharapkan memiliki kompetensi bahasa asing, etos kerja, dan pengalaman internasional yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat kualitas SDM daerah,” tambahnya.
Guna menjaga keamanan dan keberlanjutan program, Pemprov Lampung juga menggandeng lintas sektor seperti Dinas Tenaga Kerja, lembaga keuangan daerah, hingga kementerian terkait untuk mendampingi masa transisi peserta dari dunia sekolah ke industri internasional. (*)







