Pramoedya.id: Di balik ketatnya persaingan memperebutkan mahkota Duta Kampus UIN Raden Intan Lampung 2026, ada satu elemen sederhana yang konsisten ditunjukkan oleh 20 finalis sejak awal naik ke atas panggung: senyuman. Aspek humanis ini menjadi sorotan khusus dari Wakil Rektor III UIN Raden Intan Lampung, Bambang Budiwiranto, pada malam puncak di GSG KH Ahmad Hanafiah, Sabtu, 2 Mei 2026.
Dalam sambutannya, Bambang mengutip pemikiran tokoh hubungan masyarakat global, Dale Carnegie, mengenai kekuatan magis dari sebuah senyuman dalam interaksi sosial manusia.
“Senyum itu bisa menjadi cahaya bagi orang-orang yang wajahnya suram. Senyum seperti matahari yang menembus awan. Itu investasi yang tidak perlu modal, tetapi memberi efek dan aura positif bagi lingkungan,” kata Bambang, menitipkan pesan agar para finalis terus menebarkan keramahan tersebut saat bertugas nanti.
Ekspresi hangat dan kemampuan komunikasi yang matang di atas panggung tersebut tidak lahir secara instan. Atribut tersebut merupakan hasil dari proses karantina intensif yang diikuti para finalis di Lamban Raden Intan. Selama karantina, para mahasiswa yang tersaring dari total 150 pendaftar ini ditempa melalui berbagai materi, mulai dari teknik presentasi, pemolesan bakat seni, hingga penguatan nilai dasar spiritualitas dan intelektualitas.
Ketua Pelaksana Acara, Abdul Rahman, menyampaikan apresiasi mendalam kepada tim humas dan seluruh panitia yang telah mengawal proses pembentukan karakter mahasiswa ini sejak tahap pendaftaran hingga malam puncak. Proses panjang ini dinilai berhasil mentransformasi mahasiswa biasa menjadi representasi kampus yang siap bersinggungan langsung dengan publik luas. (*)







