Inflasi Lampung Terendah, Marindo: Jangan Terlena

- Editor

Selasa, 12 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pramoedya.id: Provinsi Lampung sukses mencatatkan angka inflasi sebagai salah satu yang terendah di Indonesia. Meski begitu, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan mengingatkan jajarannya untuk tetap waspada dan tidak cepat puas dengan capaian statistik tersebut.

Marindo menegaskan bahwa indikator keberhasilan yang sesungguhnya adalah kemampuan masyarakat dalam membeli bahan pokok dengan harga stabil.

“Capaian kita memang patut disyukuri, tapi arahan Gubernur sangat jelas: angka yang baik ini harus dirasakan langsung oleh masyarakat. Kuncinya adalah harga bahan pokok tetap terjangkau di lapangan,” ujar Marindo ketika rapat High Level Meeting (HLM) TPID di Ruang Sakai Sambayan, Selasa (12/5/2026).

Berdasarkan data terbaru, inflasi gabungan Lampung pada April 2026 tercatat sebesar 0,53 persen (yoy). Angka ini melanjutkan tren positif sejak tahun 2023. Namun, Marindo menyoroti beberapa komoditas yang masih fluktuatif, seperti cabai merah, bawang merah, hingga minyak goreng.

Khusus untuk minyak goreng, kenaikan harga dipicu oleh lonjakan biaya kemasan plastik akibat dampak konflik di Timur Tengah. Sementara cabai dan beras mengalami tekanan harga karena masa panen raya mulai berakhir dan faktor cuaca.

Menanggapi hal itu, Marindo menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bergerak sesuai tupoksinya. Dinas Pertanian dan Perkebunan diminta menjaga produksi, sementara Dinas Perdagangan harus memperketat pengawasan jalur distribusi.

“Data neraca pangan harus detail. Kita harus tahu persis di mana daerah surplus dan di mana yang kurang, supaya intervensi seperti operasi pasar bisa tepat sasaran,” tegasnya.

Perwakilan Bank Indonesia Lampung, Fiskara Indawan, menambahkan bahwa sinergi dalam distribusi sangat krusial. Saat ini, BI bersama Pemprov Lampung terus memetakan daerah defisit komoditas agar bantuan pangan bisa segera dialirkan ke wilayah yang membutuhkan.

Sebagai langkah konkret, sepanjang Januari hingga Mei 2026, TPID telah menggulirkan Gerakan Pangan Murah (GPM) di 15 kabupaten/kota serta mempercepat pengadaan gabah lokal oleh BULOG yang kini telah mencapai 183,6 juta kilogram beras. (*)

 

Berita Terkait

Tekan Biaya Produksi, 220 Petani Lamteng Dilatih Bikin Pupuk Mandiri
Jokowi ke Pringsewu, PSI Sebut Dongkrak Elektabilitas Partai
Kemenag Bandar Lampung Santuni Ratusan Anak Yatim
PCNU dan Pemuda Katolik Sepakat Lawan Kekerasan Seksual
Kongres Dewan Rakyat Lampung Hadirkan Wamenham Mugiyanto, Seribu Anggota Siap Hadir
Lepas 33 Ribu Bibit Ikan di Mesuji, Gubernur Mirza Larang Sentrum Sungai
Sumbang 11 Persen Kasus TBC, Lamsel Jadi Sorotan Wagub Jihan
Kopertais Buka Suara Soal Dugaan Pabrik Skripsi An-Nur, Usul Mustafida Dinonaktifkan

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 15:28 WIB

Tekan Biaya Produksi, 220 Petani Lamteng Dilatih Bikin Pupuk Mandiri

Sabtu, 27 Juni 2026 - 15:17 WIB

Jokowi ke Pringsewu, PSI Sebut Dongkrak Elektabilitas Partai

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:07 WIB

Kemenag Bandar Lampung Santuni Ratusan Anak Yatim

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:57 WIB

PCNU dan Pemuda Katolik Sepakat Lawan Kekerasan Seksual

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:56 WIB

Kongres Dewan Rakyat Lampung Hadirkan Wamenham Mugiyanto, Seribu Anggota Siap Hadir

Berita Terbaru

Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Pringsewu, Rusdianto, ketika diwawancarai.

Pringsewu

Jokowi ke Pringsewu, PSI Sebut Dongkrak Elektabilitas Partai

Sabtu, 27 Jun 2026 - 15:17 WIB

Lampung

Kemenag Bandar Lampung Santuni Ratusan Anak Yatim

Kamis, 25 Jun 2026 - 17:07 WIB

Lampung

PCNU dan Pemuda Katolik Sepakat Lawan Kekerasan Seksual

Rabu, 24 Jun 2026 - 19:57 WIB