Pramoedya.id: Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa hilirisasi sektor peternakan menjadi strategi vital untuk mencukupi kebutuhan protein masyarakat sekaligus mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis.
Mirza menekankan bahwa sektor pertanian dan peternakan di Lampung harus segera naik kelas dari sekadar penghasil bahan mentah menjadi basis industrialisasi daerah. Menurutnya, langkah ini akan membuka lapangan kerja luas dan menyejahterakan warga desa.
“Kita harus pastikan kecukupan protein hewani masyarakat, mulai dari telur, daging, ayam, hingga susu. Hilirisasi sangat penting untuk memperkuat pasokan, menjaga harga tetap terjangkau, dan mendukung program strategis nasional,” ujar Mirza, Senin (11/5/2026).
Lampung memiliki modal kuat untuk memimpin sektor ini. Produksi padi yang mencapai 3,25 juta ton GKG serta jagung sebesar 1,7 juta ton (peringkat keenam nasional) merupakan bahan baku pakan ternak yang sangat potensial.
Secara nasional, populasi ternak di Lampung juga mendominasi, dengan peringkat keempat untuk sapi potong dan peringkat ketiga untuk kambing.
“Lampung punya basis pertanian yang kuat untuk mendukung peternakan. Semua potensi ini harus dikelola agar memberikan nilai tambah, tidak hanya dijual mentah keluar daerah,” tambahnya.
Untuk menyokong visi ini, Pemprov Lampung mengandalkan program “Desaku Maju”. Program ini fokus pada penguatan ekosistem ekonomi desa melalui pelatihan vokasi, peningkatan produktivitas, serta penguatan peran Koperasi dan BUMDes sebagai penggerak ekonomi kerakyatan.
“Kami ingin membangun desa yang kuat secara ekonomi. Semangatnya adalah kolaborasi agar Lampung benar-benar menjadi lumbung pangan yang mandiri dan berdaya saing,” pungkas Mirza. (*)







