Pramoedya.id: Setelah mengunjungi Itera, jajaran pimpinan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung melanjutkan safari silaturahminya ke Universitas Lampung (Unila) untuk membahas perluasan kerja sama di bidang Tridarma Perguruan Tinggi, Rabu (1/4/2026).
Rombongan UIN Raden Intan Lampung yang dipimpin Rektor Wan Jamaluddin diterima langsung oleh Rektor Unila, Lusmeilia Afriani, beserta jajaran wakil rektor dan dekan di lingkungan Universitas Lampung.
Dalam pertemuan tersebut, Wan Jamaluddin menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan momentum untuk memperkuat kolaborasi yang selama ini telah terjalin. Ia menilai pengalaman Unila sebagai salah satu kampus tertua di Lampung dapat menjadi acuan (best practice) bagi pengembangan institusi UIN Raden Intan Lampung.
Sejumlah isu strategis dibahas dalam audiensi ini, mulai dari penguatan internasionalisasi, peningkatan akreditasi unggul program studi, pengembangan kampus di kawasan Kota Baru, hingga peluang joint program antarperguruan tinggi.
“Kami memiliki sejumlah kerja sama internasional, seperti dengan Rusia melalui Tomsk State University dan program double degree dengan Suez Canal University. Mari kita manfaatkan semua peluang yang ada agar berdampak luas bagi pendidikan di Lampung,” ujar Wan Jamaluddin.
Sinergi ini juga mencakup peluang kerja sama di bidang sains dan teknologi, cultural camp yang melibatkan pihak luar negeri, hingga kolaborasi riset internasional.
Rektor Unila, Lusmeilia Afriani, menyambut hangat inisiatif tersebut. Menurutnya, sinergi antarperguruan tinggi sangat krusial untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Provinsi Lampung.
“Langkah awal kita adalah bersama-sama untuk Provinsi Lampung yang kita cintai ini. Kami membuka peluang kerja sama yang lebih erat, baik dalam penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat,” kata Lusmeilia.
Salah satu poin konkret yang ditawarkan Unila adalah kolaborasi dalam pengelolaan lingkungan, khususnya pengolahan sampah menjadi pupuk yang bernilai ekonomi. Selain itu, muncul usulan pertukaran mahasiswa asing, penyelenggaraan konferensi internasional bersama, serta penguatan jurnal ilmiah.
Wakil Rektor II Unila, Habibullah Jimad, menambahkan bahwa kolaborasi ini juga menjadi jawaban atas tantangan rendahnya angka partisipasi pendidikan di Lampung yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama bagi perguruan tinggi di daerah tersebut.
Pertemuan diakhiri dengan komitmen untuk merumuskan perjanjian kerja sama yang lebih spesifik dan terukur. Sebagai penutup rangkaian kegiatan, rombongan UIN Raden Intan Lampung melakukan peninjauan langsung ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) milik Unila untuk melihat sistem pengelolaan limbah kampus secara langsung. (*)







