Pramoedya.id: Pemerintah Provinsi Lampung mengusung tema akselerasi pertumbuhan berbasis potensi daerah untuk rencana pembangunan tahun 2027. Strategi utamanya adalah mendorong hilirisasi produk pertanian mulai dari skala desa untuk meningkatkan nilai tambah bagi para petani lokal.
Marindo Kurniawan menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi berkelanjutan hanya bisa dicapai melalui perbaikan tata kelola dan tata niaga produksi pertanian. Pemprov ingin memastikan petani tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi juga mendapatkan peluang usaha dari proses pengolahan hasil panen.
“Hilirisasi dilakukan mulai dari desa dengan skala kecil untuk menambah peluang usaha dan nilai tambah petani,” tegas Marindo Kurniawan, Rabu, 25 Februari 2026.
Langkah ini didukung dengan rencana peningkatan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan yang merata hingga pelosok desa. Pembangunan 2027 diharapkan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga menyentuh pembentukan karakter anak didik di Lampung.
“Membangun pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dilakukan melalui peningkatan kualitas tata kelola produksi pertanian sehingga menambah nilai tambah petani,” pungkasnya saat membacakan sambutan Gubernur Lampung. (*)







