Pramoedya.id: Siapa nyana, keriuhan di Pondok Pesantren Diniyyah Putri Lampung pada akhir November lalu bukan sekadar rutinitas mengaji biasanya. Di sudut-sudut kelas, tampak 20 santriwati terpilih sedang bergumul dengan soal-soal latihan dan strategi menembus perguruan tinggi. Mereka adalah para penerima Beasiswa Santri dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) yang sedang memahat jalan menuju masa depan.
Bagi para santri ini, sekat antara kehidupan pesantren dan ketatnya persaingan masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) kini makin menipis. Melalui dukungan finansial yang dikonversi menjadi bimbingan belajar intensif hingga tryout berkala, mereka dipersiapkan untuk tidak sekadar menjadi penonton dalam seleksi kampus favorit.
Asa itu mulai dipupuk lewat Seminar Motivasi yang digelar Sabtu, 22 November 2025. Di sana, M. Ghifachri A. dan Yanuar Dwi P. membakar semangat para santriwati dengan materi perencanaan studi yang taktis. Pesan yang dibawa jelas: santri harus punya nyali untuk bermimpi setinggi langit.
Penanggung Jawab Beasiswa BAZNAS di Diniyyah Putri Lampung, Fadila Rahmah, mengungkapkan bahwa ikhtiar ini adalah sebuah perjalanan panjang, bukan sekadar seremoni satu hari.
“Saat ini bimbel, motivasi, dan pendampingan intensif masih terus dilakukan kepada santri penerima beasiswa dan dipantau langsung oleh Pimpinan Pesantren beserta jajaran,” tutur Fadila saat menjelaskan keberlanjutan program tersebut melalui pernyataan persnya, Jumat (9/1/2025).
Ia ingin memastikan bahwa beasiswa ini benar-benar menjadi jembatan yang kokoh bagi anak didiknya. Baginya, pendampingan yang konsisten adalah kunci agar mental para santri tidak rontok saat berhadapan dengan soal-soal seleksi yang rumit.
“Pendampingan ini kami lakukan agar santri memiliki kesiapan maksimal dan mampu lolos ke PTN serta kampus impian yang mereka tuju,” tambahnya dengan nada optimis. (*)







