DPR RI Instruksikan Ukur Ulang Lahan SGC, Temukan Ketidaksesuaian Data

- Editor

Selasa, 15 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pramoedya.id: Komisi II DPR RI memerintahkan pengukuran ulang seluruh lahan Hak Guna Usaha (HGU) milik PT Sugar Group Companies (SGC). Keputusan diambil dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Kompleks Parlemen, Selasa (15/7/2025), menyusul simpang siurnya data luas lahan yang dimiliki perusahaan tersebut.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf Macan Effendi, menyatakan pengukuran ulang diperlukan untuk menjawab ketidaksesuaian data antar-lembaga dan sebagai dasar penyelesaian konflik agraria di Lampung.

“Kami sepakat ukur ulang harus dilakukan. Teknisnya kami serahkan ke Kementerian ATR/BPN. Tapi jangan sampai pemerintah tunduk pada korporasi,” kata Dede Yusuf.

Sejumlah data resmi mencatat luas lahan SGC secara berbeda. BPN pada 2019 mencatat 75,6 ribu hektare, ATR/BPN Tulang Bawang menyebut 86 ribu hektare, situs DPR RI mencantumkan 116 ribu hektare, dan data BPS 2013 mencapai 141 ribu hektare. Dalam RDPU, perwakilan ATR/BPN bahkan menyebut angka baru: 72,5 ribu hektare di Tulang Bawang dan 14,4 ribu hektare di Lampung Tengah—tanpa dokumen pendukung.

Kementerian ATR/BPN juga menolak membuka data legalitas HGU dengan alasan internal birokrasi, memicu kritik dari para anggota dewan.

Desakan Masyarakat Sipil

Tiga organisasi masyarakat sipil dari Lampung, AKAR, PEMATANK, dan KRAMAT, menyampaikan langsung aspirasi dalam rapat. Mereka mendesak agar negara hadir membela rakyat dan menindak tegas penguasaan lahan oleh korporasi besar.

Ketua AKAR, Indra Musta’in, menyebut konflik lahan telah menimbulkan korban dan penderitaan panjang.

“Ini bukan sekadar soal angka di atas kertas. Sudah ada korban. Negara harus berpihak pada rakyat, bukan konglomerat,” ujarnya.

Perwakilan PEMATANK dan KRAMAT juga menyinggung adanya tanah warga dan makam keluarga yang kini tak bisa diakses karena telah dikuasai perusahaan.

DPR Akan Panggil SGC

Komisi II DPR RI juga sepakat memanggil manajemen PT SGC serta pejabat tinggi Kementerian ATR/BPN dalam rapat lanjutan. DPR menekankan pentingnya transparansi legalitas HGU, termasuk potensi pelanggaran seperti penyalahgunaan lahan negara dan penghindaran pajak.

Rapat tersebut dihadiri anggota Komisi II DPR, jajaran Kementerian ATR/BPN, Kanwil BPN Provinsi Lampung, dan Kantor Pertanahan dari kabupaten terdampak.(Red)

Berita Terkait

FORMMASI Laporkan Dugaan Korupsi PU Balam Senilai Miliaran ke KPK
Pemprov Lampung Raih Peringkat I TPID
Peringati HUT ke-81 PMI, Batin Wulan Dorong Penguatan Kolaborasi
Gubernur Lampung Pimpin Apel Pramuka ke-65, Dorong Ketahanan Pangan
Dua Calon Ketua SMSI Bandar Lampung Siap Beradu Visi Misi
Persiapan Porwanas 2027, Tim Minisoccer PWI Lampung Patok Target Lolos Final
Sentil Layanan RSUD Abdul Moeloek, Gubernur Lampung Minta Pasien Tak Lagi Diabaikan
Diduga Gelapkan Uang Investasi Rp4,6 Miliar, Anggota DPR Komisi III Fraksi PKB dilaporkan ke MKD
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 18:33 WIB

FORMMASI Laporkan Dugaan Korupsi PU Balam Senilai Miliaran ke KPK

Kamis, 24 September 2026 - 18:26 WIB

Pemprov Lampung Raih Peringkat I TPID

Kamis, 24 September 2026 - 18:23 WIB

Peringati HUT ke-81 PMI, Batin Wulan Dorong Penguatan Kolaborasi

Selasa, 22 September 2026 - 16:54 WIB

Gubernur Lampung Pimpin Apel Pramuka ke-65, Dorong Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 - 18:03 WIB

Dua Calon Ketua SMSI Bandar Lampung Siap Beradu Visi Misi

Berita Terbaru

Bandarlampung

FORMMASI Laporkan Dugaan Korupsi PU Balam Senilai Miliaran ke KPK

Kamis, 24 Sep 2026 - 18:33 WIB

Lampung

Pemprov Lampung Raih Peringkat I TPID

Kamis, 24 Sep 2026 - 18:26 WIB

Foto: Ist

Bandarlampung

Dua Calon Ketua SMSI Bandar Lampung Siap Beradu Visi Misi

Kamis, 17 Sep 2026 - 18:03 WIB