Pramoedya.id: Seiring pesatnya kemajuan teknologi finansial, ancaman kejahatan siber juga semakin berkembang dengan berbagai modus yang kian canggih. Menanggapi hal tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Region 5 Bandar Lampung menggencarkan edukasi keamanan data bertajuk “Kenali 4 Modus Penipuan Agar Terhindar dari Kerugian.
Regional CEO BRI Region 5 Bandar Lampung, Bernadi Kurniawan, memaparkan empat modus utama yang kini kerap menyasar masyarakat. Mulai dari link phishing yang mencuri data pribadi, file APK berbahaya yang mengandung malware, hingga penggunaan teknologi AI untuk meniru suara dan wajah seseorang demi meyakinkan korban.
“Jika menerima pesan dari nomor tidak dikenal, masyarakat diminta untuk tetap tenang, membaca pesan dengan teliti, dan segera mengabaikan serta memblokir nomor tersebut apabila mencurigakan,” kata Bernadi Kurniawan.
Selain tiga modus tersebut, ia juga menyoroti penggunaan kode QR palsu di ruang publik yang dapat mengarahkan korban ke rekening penipu. Bernadi Kurniawan mengingatkan agar nasabah tidak pernah memberikan data rahasia seperti PIN, kode OTP, atau nomor CVV kepada siapapun. Melalui prinsip #BilangAjaGak, BRI berkomitmen melindungi nasabah dari kerugian akibat kecerobohan data di dunia maya. (Rilis)







