Pramoedya.id: Menyambut fajar bulan suci Ramadan 1447 H yang segera tiba, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Region 5 Bandar Lampung mulai menggerakkan kampanye kepedulian sosial berbasis digital. Melalui aplikasi BRImo, bank pelat merah ini mengajak masyarakat untuk mempertebal amal ibadah dengan memanfaatkan fitur Menu Donasi yang praktis dan transparan.
Langkah ini diambil untuk mengakomodasi meningkatnya antusiasme masyarakat dalam berbagi di bulan penuh berkah. Dengan digitalisasi, batasan jarak dan waktu dalam menyalurkan bantuan kini tak lagi menjadi kendala. Cukup melalui ponsel di genggaman, nasabah bisa menyalurkan zakat, infak, maupun sedekah tanpa perlu beranjak ke lembaga tujuan secara fisik.
Regional CEO BRI Region 5 Bandar Lampung, Andreas Chandra Santoso, mengungkapkan bahwa momentum Ramadan 2026 ini harus menjadi titik balik penguatan budaya berbagi di era modern. Menurutnya, layanan keuangan digital tidak hanya soal transaksi bisnis, tetapi juga harus mampu menjadi jembatan kebaikan antarmanusia.
“Melalui BRImo, kami menghadirkan kemudahan bagi pengguna untuk berbagi kapan saja dan di mana saja. Ini adalah solusi bagi masyarakat yang mengutamakan efisiensi namun tetap ingin memastikan amalannya tersalurkan secara aman,” ujar Andreas dalam keterangan resminya, Kamis (19/2/2026).
Dalam praktiknya, nasabah hanya perlu mengakses menu Donasi di aplikasi BRImo, lalu memilih lembaga atau program sosial yang kredibel untuk didukung. Keunggulan dari fitur ini terletak pada fleksibilitas nominal serta transparansi, di mana setiap transaksi tercatat secara digital dan dilindungi oleh sistem keamanan berlapis.
Andreas menekankan bahwa inovasi ini diharapkan mampu memperluas jangkauan bantuan sosial melampaui batas-batas wilayah. Dengan kemudahan akses, partisipasi masyarakat dalam kegiatan sosial selama Ramadan diprediksi akan meningkat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Harapan kami, semangat gotong royong dan berbagi di bulan penuh berkah ini dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat. Teknologi harus mampu memperkuat nilai-nilai kemanusiaan yang kita miliki,” tutur Andreas.
Dengan hadirnya fitur ini, BRI kian menegaskan komitmennya untuk terus relevan dengan kebutuhan masyarakat, menyelaraskan pesatnya teknologi keuangan dengan kearifan sosial yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. (*)







